Setengah Lusin Trofi Bikin Bayern Munchen Ukir Sejarah

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Al Rayyan - Pelatih Bayern Munchen, Hansi Flick, mengaku bangga dengan keberhasilan timnya menjuarai Piala Dunia Antarklub 2020. Flick menyebut prestasi tersebut membuat Bayern telah mengukir sejarah.

Menghadapi Tigres pada laga final di Education City Stadium, Jumat (12/2/2021) dini hari WIB, The Bavarians tampil menekan sejak menit awal. Bayern Munchen mencatatkan 55 persen penguasaan bola, berbanding 45 persen milik Tigers.

Bermain dominan, Die Bayern sukses menyudahi pertandingan dengan kemenangan 1-0. Gol tunggal Bayern Munchen disarangkan Benjamin Pavard pada menit ke-59.

Berkat hasil positif tersebut, Bayern sukses meraih enam gelar juara dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Selain gelar Piala Dunia Antarklub, Bayern Munchen juga merengkuh trofi Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, DFL Super Cup, dan Piala Super Eropa.

Prestasi itu membuat Die Roten menjadi klub Eropa kedua yang meraih enam titel juara dalam setahun. Sebelumnya, ada Barcelona yang berhasil mengoleksi enam titel juara selama 12 bulan.

El Barca mengukir pencapaian tersebut pada 2009 ketika masih diasuh Pep Guardiola. Menerapkan taktik Tiki Taka, Guardiola membawa Los Cules merengkuh trofi La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan terakhir Piala Dunia Antarklub.

Prestasi Bersejarah

Pelatih interim Bayern Munchen, Hansi Flick. (dok. Bundesliga)
Pelatih interim Bayern Munchen, Hansi Flick. (dok. Bundesliga)

Bagi Hansi Flick, keberhasilan Bayern Munchen menjuarai Piala Dunia Antarklub 2020 merupakan prestasi yang membanggakan. Apalagi, Bayern Munchen mengukir sejarah berkat torehan enam gelar juara dalam setahun.

"Selamat untuk tim saya. Mereka telah menyelesaikan prestasi bersejarah, mereka telah memenangkan enam gelar dalam satu musim," kata Hansi Flick.

"Bahkan untuk klub tersukses seperti Bayern Munchen, ini adalah musim yang paling sukses. Tim bermain dengan luar biasa. Kami tampil dominan, dan pantas memenangkan laga final," lanjutnya.

"Itu juga sangat sulit bagi saya, kami semua berada pada batasnya, hal yang sama berlaku untuk saya di pinggir lapangan. Pertandingan melawan Tigres berada di level yang sama, meski kami mendominasi. Mereka pantas berada di final," kata Flick.

Sumber: FIFA

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: