Setiap 19 Jam 45 Menit, Satu Kejahatan Terjadi di Musi Rawas

Merdeka.com - Merdeka.com - Angka kejahatan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada tahun 2022 meningkat di banding tahun lalu. Paling tidak, setiap 19 jam 45 menit, terdapat satu tindak pidana terjadi di kabupaten itu.

Tercatat, angka kejahatan di Musi Rawas tahun ini sebanyak 448 kasus, sementara tahun lalu berjumlah 392 kasus. Risiko kejahatan penduduk juga meningkat menjadi 109 orang, sedangkan pada 2021 sebanyak 96 orang.

Di sisi selang waktu, kejahatan pada 2021 terjadi setiap 23 jam 19 menit, namun tahun ini menjadi 19 jam 45 menit. Sementara penyelesaian kasus sebanyak 471 kasus, sedangkan tahun lalu 425 kasus.

Dari banyaknya angka kejahatan itu, kasus pencurian sebanyak 140 kasus, perampokan (17), pencurian kendaraan bermotor (3 kasus), penganiayaan berat (34), perkosaan dan pencabulan (25). Hanya kasus penyalahgunaan narkoba yang mengalami penurunan dari 96 kasus pada 2021 menjadi 67 kasus di tahun ini.

"Tahun angka kejahatan cenderung meningkat, baik jumlah kasus maupun korbannya. Untuk waktunya saja naik, tahun lalu setiap 23 jam 19 menit, tapi tahun ini menjadi 19 jam 45 menit terjadi kejahatan," ungkap Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono, Sabtu (31/12).

Dia mengungkapkan, dari banyaknya kasus tersebut, semuanya sudah diselesaikan oleh penyidik. Sebagian besar telah diserahkan ke kejaksaan dan disidangkan.

"Alhamdulillah semuanya tuntas, tidak ada utang penyelesaian kasus tahun ini," kata dia.

Sementara pada kecelakaan lalu lintas, juga mengalami kenaikan di tahun ini sebanyak 82 kejadian, sedangkan 2021 berjumlah 64 kejadian. Korban tewas akibat lakalantas berjumlah 36 orang, sementara di tahun lalu 38 orang.

Korban luka berat di tahun 2021 terdapat 9 orang dan di tahun ini ada 10 orang. Korban luka ringan di tahun 2021 ada 51 orang di tahun 2022 ada 98. Sedangkan kerugian material pada tahun lalu sebesar Rp123.900.000, sedangkan di tahun ini mengalami kenaikan menjadi Rp200.691.000.

"Sementara di bidang pembinaan internal, ada 15 personel, 12 orang di antaranya telah menjalani sidang disiplin, sisanya dalam proses," pungkasnya. [cob]