Setiap Anak Perempuan Pasti Ingin Menjadi Kebanggaan Ibunya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Dwiana Rho Khurriyatul Fikriyah

Kehadiran ibu merupakan bagian penting dari hidup seseorang anak. Seorang ibu itu bagaikan akar dalam sebuah hubungan keluarga walaupun sebuah akar membutuhkan pohon untuk menopangnya dan membutuhkan daun-daun untuk menghidupinya.

Bercerita sedikit tentang ibuku. Dia baik, dia menghidupiku. Dia berprofesi baik sebagai seorang guru musik dan juga guru sekolah dasar tetapi dalam sekolah musikanya dia selalu sibuk didekati dengan banyak muridnya yang sebaya dengan aku sekitar umur 17 sampai 19 tahun.

Saat itu aku mengalami sebuah kecemburungan karena ibuku selalu mempunyai banyak waktu bersama murid-muridnya daripada waktu dengan anak-anaknya. Saat itu aku juga sibuk di sekolah seringkali aku merasa bahwa ibuku lebih dekat dengan muridnya saat itu. Salah satu muridnya yang bernama Airin. Dia sangat dekat dengan ibuku sampai-sampai dia sering menginap di rumahku.

Kecemburuanku semakin besar karena perlahan aku temukan barang-barang yang sama dengan Airin antara ibuku dan Airin yang pertama seperti sepatu, cincin emas, tas, dan raket badminton. Bahkan adik-adikku mulai berpihak kepada Airin mungkin salah satu alasannya adalah kurangnya ada waktuku bersama mereka.

Dukungan dari Ibu

Kebersamaan./Copyright Dwiana Rho khurriyatul fikriyah
Kebersamaan./Copyright Dwiana Rho khurriyatul fikriyah

Ibuku dan Airin sering bermain badminton bersama di hari Minggu di suatu stadion. Aku merasa kasih sayang ibuku diambil penuh oleh Airin. Saat mendekati ujian nasional aku membutuhkan support yang penuh tapi ibuku memberi support untuk Airin karena Airin yang sebaya dengan aku saat itu Airin juga kelas 3. Aku selalu menjaga hati dan ragaku untuk diam.

Lalu telah sampailah aku pada ujian nasional tanpa meminta support dari buku aku selalu dihujani support oleh teman-temanku dan ayah dan ketika nilai sudah keluar aku mendapatkan beasiswa di suatu universitas negeri di Jawa Timur. Saat namaku terpanggil di wisuda SMA ibuku menyatakan bangganya padaku dan aku menceritakan seluruh keluh kesahku selama 3 bulan belakang kenapa ibuku selalu memberi support pada Airin daripada aku.

Aku dan temanku menelusuri rumah Airin karena ingin melihat situasi mengapa Airin seringkali mengusik keluargaku. Saat aku menemukan rumahnya dengan kaget aku melihat foto ibuku bersama Airin dipajang.

Sejak saat itu aku berjanji pada diri sendiri aku akan rajin memperbaiki diri sendiri untuk menjadi yang lebih baik untuk ibuku. Ketika aku pergi ke luar kota untuk berkuliah ibuku memegang komitmen lalu aku pulang ternyata saat aku pulang aku melihat Airin kembali ada di rumah. Saat aku pergi dari rumah Ibu berjanji bahwa tidak akan lagi dekat dengan Airin aku memberinya kesempatan kedua kali ini. Semoga aku bisa memberikan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena sebaik-baik ibu itu selalu bisa menopang keluarganya.

#ChangeMaker