Setor Rp 65,5 Juta Puluhan Calon Jamaah Haji Batal Berangkat

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fahrizal Fahmi Daulay

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Puluhan keluarga dan calon jamaah haji plus mendatangi Kantor Agen Perjalanan Haji Azizi Tour and Travel di Jalan Sutomo Ujung No. 102 Medan, Rabu (17/10/2012). Mereka meminta kejelasan keberangkatan haji plus yang rencananya dijadwalkan Kamis (18/10/2012) besok.

Adu mulut di ruangan kantor dengan pegawai biro perjalanan itu pun tidak terhindarkan. Pasalnya mereka sudah menyimpulkan bahwa keberangkatan calon jamaah haji yang berjumlah 76 orang sudah tidak mungkin dilakukan besok.

Padahal calon jamaah rata-rata sudah menyetor dana haji plus sebesar Rp 65,5 juta.

"Bagaimana kami tidak kecewa, katanya berangkat besok tapi nggak dikasih tahu apa sedikitpun. Kalau berangkat besok harusnya kan sudah dikasih tahu naik pesawat apa," kata Tukimun didampingi istrinya Legiyem, calon jamaah dari Bandar Setia Percut Seituan, Deliserdang.

Dari ongkos haji plus yang sudah disetorkan tersebut menurut Legiyem, fasilitas yang dijanjikan Naslah, mereka akan mendapatkan hotel bintang lima di lokasi dekat dengan Mesjidil Haram di Mekkah.

Sementara itu Naslah Lubis, Direktur Azizi Tour and Travel tidak bisa dihubungi Tribun Medan (Tribun Network) baik telepon maupun sms yang dikirim tidak dibalas.

Menurut Tukimun, salah satu keluarga calon jamaah sempat menghubungi Naslah, menanyakan kepastian keberangkatan mereka.

Namun jawaban yang diberikan oleh pemilik biro perjalanan haji khusus dan umroh wisata Azizi itu tidak mengenakkan. Naslah saat dihubungi katanya sedang di Jakarta, tapi dia sambil marah-marah mengatakan sedang mengurus gelang haji.

"Saya lagi sibuk sedang mengurus gelang, jangan diganggu dulu lah," ujar Tukimun menirukan perkataan Naslah.

Baca Juga:

  • Cabup Cawabup Fauzan-Dino Bawa 100 Saksi di MK 
  • Anggaran Pembangunan Kota Baru Terancam Batal 
  • Orasi di Tugu Pers Jurnalis Jambi Minta Danlanud Dipecat
  • Fokker Kargo Bermuatan 3.550 Kg Tergelincir di Hang Nadim
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.