Setoran PNBP di 2022 Capai Rp588,3 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 588,3 triliun di 2022, meningkat 28,3 persen dibanding capaian tahun lalu. Angka ini jadi yang sepanjang sejarah penerimaan PNBP Indonesia.

"Untuk komoditas, kita lihat di sini kenaikan PNBP secara total adalah 28,3 persen mencapai Rp 588,3 triliun. Ini adalah termasuk PNBP tertinggi dalam sejarah PNBP kita," ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (3/1).

Dia menuturkan, penyumbang yang cukup besar ada dari kenaikan harga crude palm oil (CPO), batubara, dan Indonesia crude price (ICP) yang juga meningkat cukup tinggi sepanjang tahun.

"Itu adalah penyumbang dari PNBP kita. Baik itu untuk yang migas maupun untuk yang non migas, itu sangat besar, Rp 48,5 triliun yang migas, kemudian non migas mencapai Rp 120,1 triliun," terangnya.

Kemudian, dari kekayaan negara yang dipisahkan (KND), berupa setoran dividen BUMN mencapai Rp 40,6 triliun. PNBP Lainnya dari penjualan hasil tambang dan kebijakan domestic market obligation (DMO) sebesar Rp 196,3 triliun.

"Tapi kalau dibandingkan sebelum covid, yang mencapai kekayaan negara yang dipisahkan mencapai Rp 80 triliun, itu (setoran dividen saat ini) masih separuhnya. Jadi kita berharap untuk BUMN makin sehat sehingga bisa memberikan sumbangan untuk PNBP kita," paparnya.

Di sisi lain, setoran dari Badan Layanan Umum (BLU) utamanya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencapai Rp 82,8 triliun. Angka ini turun dari setoran tahun sebelumnya karena adanya kebijakan bea ekspor Rp 0 di pertengahan tahun 2022.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]