Sewa Mesin Antrean yang Batal untuk 6.000 Nakes di Istora

Syahdan Nurdin, rawiwahyudiono1
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tidak semua yang direncanakan bisa berjalan baik biarpun kita sudah menjalani proses dengan sebaik-baiknya dan mengikuti peraturan yang ada

Cerita ini bermula di hari Senin 1 Februari ada telepon masuk menanyakan untuk sewa 3 mesin antrean untuk penggunaan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, lalu dijelaskan alur pekerjannya dan ternyata mesin antrean akan digunakan pada 4 Februari 2021 pagi. Artinya hanya ada waktu 180 jam untuk persiapan semuanya

Secara teknis pekerjaan ini bisa di-handle hanya saja pasti membutuhkan effort yang sangat besar dalam persiapan waktu yang sangat mepet sekali.

Kemudian seperti biasa dibuatlah penawaran dan kita tinggal menunggu jawaban dari user.

Besoknya tanggal 2 Feberuari sore ada telepon untuk bisa ketemuan sama clientnya di Istora Senayan membahas detil flow pengunjung dan biasanya pas di sana akan ada negosiasi harga.

Selesai meeting di Cikarang, saya langsung meluncur ke Istora Senayan dan tiba pukul 20.00 dan langsung diskusi mengenai lay out, alur pengunjung, dll

Di sela-sela diskusi, mereka menghubungi sales MSKreasi untuk negosiasi harga dan saya tidak berwenang memutuskan karena itu masuk ranahnya sales.

Setelah sepakat harga dan alur pengunjung, akhirnya diputuskan

  1. Tgl 3 Februari, pukul 12.00 harus sudah ada mesin antrean yang bisa di-test di lokasi

  2. Dibutuhkan 3 unit mesin untuk mengcover 6.000 nakes (tenaga kesehatan)

  3. Protokol kesehatan harus diterapkan oleh semua petugas

  4. Masing-masing mesin harus ada petugas dari MSKreasi yang jaga

  5. Semua unit mesin harus sudah siap di test pukul 22.00 tgl 3 karena acara mulai pukul 08.30 WIB esok hari

  6. Hal-hal lainnya akan dibahas berdasarkan situasi yang muncul di lapangan

Dan mulailah “keriuhan” pada pagi harinya untuk mempersiapkan semuanya karena beberapa perangkat kita ada yang kosong.

Belanja TV, bracket, kabel hdmi dan beberapa perangkat yang kurang tetapi dari semua “keriuhan” yang ada, mengenai pelunasan uang sewa ini yang ribet karena sampai pukul 13.00 pun belum ada uang yang masuk sedangkan tim kita sudah ada yang berangkat ke lokasi

Tetapi demi progres yang tetap harus berjalan, maka mau gak mau tetap harus mulai dikerjakan sambil tetap ditagih dan akhirnya pukul 14.00 uang dari client baru masuk.

Menangani pekerjaan seperti ini udah pasti sport jantung karena kejar-kejaran dengan waktu sedangkan rutinitas harian masing-masing orang sudah ada

Hari itu juga tanggal 3 semua tim meluncur ke Istora Senayan sedangkan yang lain sambil mempersiapkan aplikasi yang harus dibuat dari awal karena sistemnya berbeda.

Seharian semua tim full support di lokasi sambil tetap kordinasi dengan vendor lain yang ada di sana dan biasanya kendala instalasi listrik yang belum siap ini sangat mengganggu jadwal pekerjaan kita.

Sampai pukul 22.00, tim masih di sana semua untuk persiapan alat dan testing.

Pukul 23.40, saya di sela-sela asyiknya tidur tiba-tiba ada telepon dari salah satu tim di sana dan mengabarkan kalau pekerjaan sewa mesin antrean di-cancel karena pihak EO ada intruksi untuk menggunakan mesin antrean dari Dinas Kesehatan

Ya udah gak apa-apa, yang penting kita sudah memenuhi kewajiban, sudah dibayar lunas dan kesalahan bukan ada di kita, dan biasanya nanti kita refund ke client

Kejadian-kejadian seperti ini sudah beberapa kali kita alami dan yang terpenting kita sudah menjalankan sesuai perintah karena hal-hal lain di luar mesin antrean sudah di luar wewenang kita. (Penulis: Rawi Wahyudiono)