Shabby Chic: Ciri, Konsep, Karakteristik, dan Ide Desainnya

·Bacaan 8 menit
Shabby Chic: Ciri, Konsep, Karakteristik, dan Ide Desainnya
Shabby Chic: Ciri, Konsep, Karakteristik, dan Ide Desainnya

RumahCom – Bingung untuk memilih konsep yang tepat bagi hunian Anda? Hal itu biasa terjadi karena beragamnya konsep desain yang tren saat ini. Sebut saja ya daftarnya mulai dari modern, industri, skandinavia, rustic, hingga shabby chic.

Bagi kebanyakan orang, memilih gaya favorit untuk rumah dan menggabungkan gaya yang berbeda pun menjadi tantangan nyata. Supaya lebih mudah mengenalinya, perusahaan desain interior Australia Rochele Decorating telah merangkum sejumlah gaya desain interior utama. Dimulai dari gaya modern yang biasanya mengacu pada rumah dengan palet warna yang sederhana dan material utama termasuk kaca dan baja. Selain modern adapula kontemporer yang merupakan dua gaya yang sering digunakan secara bergantian dan disalahartikan satu sama lain.

Sekarang bicara soal gaya-gaya desain yang lebih unik, yuk! Misalnya Country Prancis. Ciri khasnya terletak pada warna tanah yang hangat serta material alami seperti batu dan bata. Inspirasinya tak jauh dari rumah-rumah pedesaan di Perancis.

Bohemian juga jadi populer dalam desain rumah yang mencerminkan kehidupan riang dengan sedikit aturan. Rumah bergaya Bohemian seringkali dilengkapi dengan furnitur dan lampu antik, serta tekstil dan permadani yang terinspirasi oleh budaya dari berbagai penjuru dunia. Gaya Bohemian didominasi laissez-faire atau bahasa gaulnya ‘biarkan’, biarkan terjadi di mana saja selama Anda menyukainya.

Selanjutnya shabby chic adalah gaya yang terinspirasi dari gaya vintage, tetapi dibandingkan dengan gaya Bohemian, gaya ini cenderung lebih feminin, lembut, dan halus. Ciri khasnya menonjolkan perabotan lusuh tapi chic. Palet warna shabby chic termasuk putih, krem ​​dan pastel. Bahkan perlengkapan lampu dan wallpaper akan lebih berornamen.

Dibandingkan desain modern dan kontemporer, artikel kali ini akan lebih membahas desain unik yang tetap bisa beradaptasi pada masa kini yakni shabby chic. Simak ya!

  1. Mengenal Konsep Shabby Chic

  2. Ciri-Ciri dan Karakteristik Shabby Chic
    1. Furnitur Antik
    2. Warna Kalem
    3. Sentuhan Feminim

  3. Tips Dekorasi Ala Shabby Chic
    1. Padukan Warna Minimal dengan Detail Maksimal
    2. Pilih Karya Seni yang Tepat
    3. Nuansa Pedesaan
    4. Manfaatkan Motof Bunga
    5. Hue yang Lembut
    6. Tambahkan Aksesori Vintage

  4. Sejarah Shabby Chic

12 Ide Desain Ruang Tamu Inspiratif Tahun 2021
12 Ide Desain Ruang Tamu Inspiratif Tahun 2021

Tips Rumah Dan Apartemen

12 Ide Desain Ruang Tamu Inspiratif Tahun 2021

1. Mengenal Konsep Shabby Chic

Desain shabby chic dan dekorasi rumah vintage sangat mudah dan murah untuk direalisasikan. Foto: Bohoandflowers.com
Desain shabby chic dan dekorasi rumah vintage sangat mudah dan murah untuk direalisasikan. Foto: Bohoandflowers.com

Desain shabby chic dan dekorasi rumah vintage sangat mudah dan murah untuk direalisasikan. Foto: Bohoandflowers.com

Suka dengan tampilan shabby chic? Mungkin desain ini jadi salah satu tren yang paling populer. Begitu terkenalnya konsep ini masih kuat bahkan lebih dari 20 tahun setelah istilah itu pertama kali diciptakan. Bagaimana konsepnya? Gaya ini lebih mengarah ke gaya eklektik yang memadukan furniture antik dengan warna pastel, lace, dan motif bunga yang feminin. Shabby chic juga sering loh disebut dengan country chic atau vintage chic. Biasanya desain interior ini menampilkan gaya hidup yang sedikit jadul tapi hidup.

Dikutip Decoist, istilah "shabby chic" sendiri berasal dari tahun 1980-an. Jika Anda menyukai gaya lembut dan dreamy ini mudah, kok. Desain shabby chic dan dekorasi rumah vintage sangat mudah dan murah untuk direalisasikan. Yang penting gunakan furnitur antik.

Opsinya, Anda dapat menemukan barang-barang lama dengan harga murah atau membeli furnitur modern dengan biaya lebih rendah dan mengubahnya sendiri menjadi shabby chic. Gunakan warna-warna putih cerah dan krem ​​yang selalu populer. Begitu pula warna pastel seperti merah muda, lavender, dan biru muda. Namun corak cerah seperti pirus juga bisa, terutama jika menyangkut furnitur yang dicat. Sudah tahu konsepnya, lalu bagaimana dengan pengaplikasiannya?

2. Ciri-Ciri dan Karakteristik Shabby Chic

Ciri utama dari desain interior shabby chic adalah memberi penekanan furnitur tua. Foto: Pinterest
Ciri utama dari desain interior shabby chic adalah memberi penekanan furnitur tua. Foto: Pinterest

Ciri utama dari desain interior shabby chic adalah memberi penekanan furnitur tua. Foto: Pinterest

Setelah mengenai sedikit soal shabby chic, Anda tentu sudah dapat menyimpulkan sejumlah cirinya. Lebih lanjut seperti dikutip Interior Design Giants, berikut ciri-ciri dan karakteristik shabby chic yang patut dipelajari.

1. Furnitur Antik

Desain interior shabby chic fungsinya memanfaatkan furnitur dan perabotan yang tampak kuno dan menunjukkan tanda-tanda yang jelas menua. Atau mungkin barang-barang baru yang dipoles untuk mencapai tampilan yang antik. Singkatnya, dekorasi hunian yang lembut dan mewah. Meski demikian, desain ini tetap memberikan kesan berbeda dari dekorasi periode asli.

2. Warna Kalem

Tampilan shabby chic biasanya memiliki banyak interior berwarna putih, netral, dan cerah. Karakteristiknya jelas interior yang nyaman, kasual, dan jadul. Ciri utama dari desain interior shabby chic adalah memberi penekanan furniture tua. Jadi ini bisa dipilih untuk memberikan kesan dengan semua tanda-tanda menua supaya bisa mencapai penampilan antik.

3. Sentuhan Feminin

Desain ini juga memberikan sentuhan feminin ke interior apapun dan membuatnya cukup unik. Interior rumah Anda pun dipenuhi dengan keanggunan yang kasual dari detail shabby chic.

3. Tips Dekorasi Ala Shabby Chic

Konsep ini juga masuk jadi salah satu gaya paling laris dari kaum hip, muda, dan modis. Foto: Pinterest
Konsep ini juga masuk jadi salah satu gaya paling laris dari kaum hip, muda, dan modis. Foto: Pinterest

Konsep ini juga masuk jadi salah satu gaya paling laris dari kaum hip, muda, dan modis. Foto: Pinterest

Shabby chic acapkali disebut dalam dunia interior. Tapi apa sebenarnya yang membuat gaya ini populer? Singkatnya, desain ini memberikan sentuhan pesona pedesaan yang terbuat dari furnitur antik dan aksen hiasan yang mengkilap.

Sering disebut sebagai gaya Perancis, konsep ini juga masuk jadi salah satu gaya paling laris dari kaum hip, muda, dan modis. Shabby chic menjadi cara sempurna untuk mendekorasi kamar tamu atau ruang keluarga, dengan fokus pada kehangatan dan kenyamanan. Kalau Anda ingin mengisi rumah dengan estetika serbaguna ini harus memadukan elemen yang tepat.

Ada sejumlah tips desain interior yang ringan guna membantu Anda mengintegrasikan konsep shabby chic ke dalam ruangan rumah.

1. Padukan Warna Minimal dengan Detail Maksimal

Terkait ini, pilih warna elegan dengan warna netral yang menenangkan, kain motif cantik, dan aksesori indah. Untuk tampilan yang sempurna pada shabby chic, gunakan palet off-white dan krem, lalu tambahkan kayu berwarna putih untuk menarik perhatian.

Hindari tampilan menjadi terlalu datar dengan mengggunakan aksesori yang banyak detail dan tekstur, termasuk kain rajutan, linen, dan renda. Jangan lupa tambahkan akses abu-abu dari lantai yang tidak akan merusak ruang namun memberikan kontras yang halus.

2. Pilih Karya Seni yang Tepat

Untuk ruang tamu yang berkarakter, kombinasikan kayu bertekstur dengan kain pelapis mewah. Ditambah dengan wallpaper warna biru atau abu-abu lembut supaya tampilan lebih dinamis. Nah, untuk tampilan kolektor tradisional, kumpulkan vas dan kendi yang tidak serasi dengan nuansa buatan tangan. Jangan lupa berikan sentuhan pada bagian lantai dengan laminasi efek antik untuk melengkapi furnitur kayu.

3. Nuansa Pedesaan

Anda bisa memasukkan daya tarik pedesaan dengan menambahkan sentuhan bahan-bahan alami seperti kayu ek, katun, dan linen. Untuk bagian lantai, Anda dapat mencontek tampilan dengan lantai laminasi efek penuaan yang realistis.

4. Manfaatkan Motif Bunga

Pilih motif mawar klasik untuk menciptakan kembali tampilan cantik ini. Warna pink cantik, kayu putih, dan aksesori nostalgia menciptakan nuansa romantis. Adanya motif bunga yang cantik memancarkan aura feminin dari tampilan ini.

Jika Anda ingin memoles kamar tidur dengan nyaman, pilih sarung bantal nyaman bersama dengan selimut rajutan. Cat dengan warna krem ​​ dan bagian dinding lainnya dengan warna putih. Ditambah tempat tidur dengan empat tiang putih dan meja samping tempat tidur, suasana antik pun tercipta.

5. Hue yang Lembut

Cat dinding dengan warna biru yang lembut, lalu tambahkan perabotan dengan warna krem kayu yang dicat dengan warna kusam. Cari barang bekas di toko vintage dan tingkatkan nuansa Prancis dengan sarung bantal garis-garis halus yang elegan, lalu selesaikan dengan kain katun. Untuk hasil akhir yang sederhana, pilih karpet sisal yang tebal ditambahkan dengan permadani bertekstur berwarna netral.

6. Tambahkan Aksesori Vintage

Pilih furnitur tenun klasik dan ciptakan nuansa elegan dengan mengecat dinding yang berdekatan dengan warna biru-abu-abu segar. Bisa juga padupadankan kain bergaris dan bermotif bunga untuk sarung cushion. Gantung cermin miring antik dan selesaikan dengan banyak bunga segar dan tanaman pot. Voila! Apakah rumah Anda sudah mirip dengan nuansa shabby chic?

Tip Rumah

Desain <em>shabby chic</em> tidak sepenuhnya mematuhi pedoman desain, tren, atau aturan yang ketat. Gaya ini justru menyeimbangkan potongan kontemporer yang elegan dengan yang lama dan usang. <em>Shabby chic</em> menjadi cara sempurna untuk mendekorasi kamar tamu atau ruang keluarga.

4. Sejarah Shabby Chic

Awal 1980-an, tren shabby chic mulai muncul di mana-mana&#xa0; terutama di kalangan masyarakat Inggris yang cukup mampu. Foto: The Spruce
Awal 1980-an, tren shabby chic mulai muncul di mana-mana terutama di kalangan masyarakat Inggris yang cukup mampu. Foto: The Spruce

Awal 1980-an, tren shabby chic mulai muncul di mana-mana terutama di kalangan masyarakat Inggris yang cukup mampu. Foto: The Spruce

Tahukah Anda, desainer di balik desain shabby chich adalah Rachel Ashwell. Ia menciptakan istilah tersebut ketika dirinya membuka toko Santa Monica, California, di tahun 1989. Toko tersebut menjual furnitur pelapis, sprei, t-shirt, dan barang antik Inggris khas pedesaan. Jangan kaget karena desainnya sangat berbeda sehingga menumbuhkan penggemar termasuk Oprah Winfrey, lho.

Latar belakang desain ini adalah karena masyarakat pedesaan di Inggris yang tinggal di daerah di luar kota Inggris pada saat itu, merupakan masyarakat miskin dengan daya beli rendah. Alhasil, banyak furnitur mereka yang terlihat lusuh dan pudar. Namun pada awal 1980-an, tren shabby chic mulai muncul di mana-mana terutama di kalangan masyarakat Inggris yang cukup mampu.

Mereka justru berlomba-lomba mendapatkan furnitur berkualitas klasik dan punya cerita unik selama ratusan tahun. Semakin antik dan vintage furnitur shabby chic yang mereka dapatkan, semakin tinggi prestise dan nilai sebuah benda. Oleh karena itu, mereka tidak sembarangan dalam memilih barang, lebih baik keluar dengan biaya yang sedikit mahal tapi berkualitas tinggi dibandingkan dengan yang mudah pecah.

Kini berkat sentuhan modern dan desain dinamis, banyak pernak-pernik dan furnitur dengan harga terjangkau tetapi memiliki elemen shabby chic yang khas dan menggoda.

Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips paten beli rumah indent yang sangat berguna bagi Anda yang hendak membeli rumah!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya