Shah Rukh Khan, Pria Cemburuan tapi Perayu Payah  

TEMPO.CO, Jakarta - Shah Rukh Khan, superstar Bollywood, telah menunjukkan minatnya pada dunia seni hiburan sejak belia. Pada umur 4 tahun, Shah Rukh sudah berani tampil dan menari. Para bibinyalah yang menjadi fan-nya. Para bibinya menjulukinya Banega. "Dia akan menjadi penakluk wanita," kata mereka.

Meski Shah Rukh Khan dikagumi para wanita India dan dielu-elukan bak dewa, ia tetap manusia. Shah Rukh ternyata pria pencemburu dan posesif. Kala ia masih pacaran dengan Gauri Chibba--kekasih yang sekarang telah menjadi istrinya--Shah Rukh sangat posesif. Gauri adalah gadis Hindu yang cantik dan menarik. Hubungan percintaan Islam-Hindu adalah tabu. Tak hanya itu, Gaudi berasal dari keluarga kaya, sementara Shah Rukh sebaliknya. Tapi Shah Rukh Khan yang beragama Islam pantang menyerah.

Anupama Chopra, dalam bukunya yang berjudul Shah Rukh Khan, The King of Bollywood menulis kisah cinta ala backstreet yang berlangsung pasang-surut ini.

Shah Rukh Khan melihat gadis itu pertama kali di sebuah pesta muda-mudi. Bila dalam peran-perannya Shah Rukh terlihat sebagai seorang kekasih romantis dan pencinta ulung, tak demikian halnya ketika ia pertama bertemu Gauri. Shah Rukh pemalu dan takut berbicara dengan para gadis. Pada pesta itu, ada acara dansa sambil menempelkan pipi pada pasangan. Tapi Shah Rukh terlalu malu berdansa. Ia pun tak andal merayu.

Tapi, di tengah riuhnya pesta, Shah Rukh Khan memperhatikan Gauri, yang malam itu terlihat modis dan keren. Gauri mengenakan celana jins korduroi warna marun. Usianya masih 14 tahun, selisih empat tahun dengan Shah Rukh yang lebih tua. Rambutnya cokelat sebahu dan hidungnya mancung. Gadis yang menarik dan supel. Shah Rukh baru punya nomor teleponnya pada pertemuan ketiga pada 25 Oktober 1984.

Kencan pertama mereka pun hanya lima menit. Shah Rukh dan Gauri duduk berdua di tepi kolam renang. Masing-masing gugup menyesap minumannya. Ini pun kencan rahasia. Mengingat ada larangan hubungan percintaan Islam-Hindu. Hubungan mereka berlanjut melalui surat-surat yang dititipkan lewat teman. Mereka bertemu di pesta-pesta yang juga dihadiri teman-teman perempuan Gauri. Mirip kisah-kisah cinta Bollywood.

Tapi Shah Rukh adalah pria cemburuan dan posesif. Gauri dilarang mengenakan kemeja putih dan menggerai rambutnya. Apalagi mengenakan pakaian renang. Kalau Gauri bicara dengan laki-laki lain, Shah Rukh Khan langsung belingsatan.

Akibatnya, Gauri lelah dengan sikap Shah Rukh. Enam atau tujuh bulan kemudian, Gauri menghindari Shah Rukh. Lalu, diam-diam pergi ke Mumbai. Shah Rukh makin pontang-panting. Hampir semua teman-temannya menasihati untuk mengakhiri hubungan karena keduanya belum dewasa. Tapi Shah Rukh nekad mencari Gauri ke Mumbai. Ia menggadaikan kameranya demi perjalanan mencari kekasihnya.

Shah Rukh Khan mencarinya ke seluruh pantai di Mumbai karena ia tahu Gauri suka berenang. Hampir putus asa dan pulang, Shah Rukh justru menemukan Gauri di pantai terakhir yang ia singgahi. Sayangnya, Gauri tak terkesan dengan perjuangan Shah Rukh mencarinya. Gauri tetap menolaknya. Shah Rukh patah hati.

Shah Rukh mencoba melupakan Gauri. Shah Rukh menenggelamkan diri dalam kegiatan teater untuk menyembuhkan luka hatinya. Empat bulan kemudian, datang sebuah surat. Gauri merindukannya. Gadis ini sempat bertemu pria lain, tapi hatinya ternyata tertuju pada Shah Rukh Khan seorang.

"Kami lalu memutuskan menikah," kata Shah Rukh, seperti ditulis Anupama Chopra, dalam bukunya.

NIEKE INDRIETTA

Berita Terkait:

Shah Rukh Khan, Tom Cruise-nya India

Apa Kata Rhoma Irama Soal Musik India

Kata Orang India, Harga Tiket SRK Terlalu Mahal

Nonton Shah Rukh Khan, Shireen Bikin Baju ala India

Film Bollywood dan Musik Tak Bisa Dipisahkan

Konser Shah Rukh Khan Ternoda oleh Ulah Pencopet

Tiket Shah Rukh Khan Paling Mahal Rp 12 Juta

Kisruh Konser Shah Rukh Khan

Shah Rukh Khan Pingin Ajak Psy ke India

Shah Rukh Khan Akan Nyanyi Chaiyya-Chaiyya

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.