Shahrukh Khan Terseret Konflik India-Pakistan  

TEMPO.CO, Mumbai - Shahrukh Khan, aktor Bollywood terkaya di India, akhir-akhir ini terseret ketegangan antara India dan Pakistan. Kisruh ini disebabkan wawancara kontroversial Khan dengan majalah Outlook Turning Points yang dilansir Selasa pekan lalu.

Dalam wawancara tersebut, Khan bercerita mengenai kehidupan sebagai warga muslim di negara bermayoritas Hindu tersebut. Ia mengaku bahwa dirinya kerap menjadi obyek pemimpin politik yang menjadikannya simbol hal yang salah dan tidak patriotik karena menjadi muslim di India.

Akibat tulisan itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik mendesak India melindungi Khan. Namun kritik Pakistan itu membuat berang India. Menteri Dalam Negeri R.K. Sing langsung berkomentar agar Pakistan mengurusi warganya sendiri.

Setelah ketegangan semakin meningkat dalam hubungan kedua negara tetangga, Khan pun akhirnya angkat bicara. Seperti dilansir situs Channel News Asia, Rabu, 30 Januari 2013, dia menegaskan bahwa ia bahagia dan aman tinggal di India.

»Di India, kami memiliki demokrasi yang menakjubkan, kebebasan, dan kehidupan yang sekuler,” kata Khan. Pria 47 tahun ini menyatakan bahwa tulisan di majalah tersebut »dipelintir.” »Saya tidak pernah menyatakan secara langsung maupun tidak langsung bahwa saya merasa tidak aman tinggal di India,” Khan menegaskan.

Faktanya, Khan memang menjadi bulan-bulanan partai sayap kanan, Shiv Sena, yang bermarkas di Mumbai. Partai beraliran fundamentalis Hindu itu pernah mengancam pemutaran film My Name is Khan pada 2010. Sebab, Khan saat itu mendukung pemain kriket Pakistan bermain dalam Liga Kriket India.

CHANNEL NEWS ASIA | HINDUSTAN TIMES | SITA PLANASARI AQUADINI

Berita terpopuler lainnya:

Alasan BNN Masih Tahan Raffi dan Wanda

Raffi Ahmad Dapat Narkoba dari Kampung Ambon?

Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad

Gadis Seksi di Operasi Tangkap Tangan KPK

Aceng Terancam 15 Tahun Penjara

Belum Bebas, Wanda Hamidah Update Status Facebook

KPK Tangkap Perantara Suap Politikus

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.