Sharp Indonesia optimis pasar elektronik "rebound" tahun ini

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Produsen barang elektronik Jepang, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) optimistis pasar elektronik "rebound" atau bangkit tahun ini, seiring dengan pemulihan ekonomi dan vaksinasi massal COVID-19.

"Kenapa saya sebut pasar bagus, karena sudah ada vaksin," kata Senior GM Divisi Penjualan dan Pemasaran Domestik SEID Andry Adi Utomo di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dengan adanya vaksin kepercayaan diri konsumen untuk mengeluarkan uang belanja, terutama untuk barang elektronik naik. Kemudian mulai terlihat orang traveling, berlibur, dan mudik Lebaran yang berdampak pada pergerakan uang.

"Jadi perkirakan pembelian barang elektronik yang tertunda 2020, bakal dikeluarkan uangnya tahun ini," ujar Andry.

Diakuinya pada awal pandemi COVID-19 yaitu pada Maret sampai Mei 2020 penjualan barang elektronik anjlok sehingga diprediksi turun 30-40 persen pada 2020. Namun ternyata, kata dia, pasar mulai membaik mulai Juni sehingga penurunannya tidak begitu dalam.

"Malah ada beberapa kategori seperti mesin cuci Sharp naik 7-9 persen (yoy), sedangkan produk lainnya hanya turun 5-10 persen. Bahkan penjualan Sharp sejak Oktober 2020 sampai Februari 2021 sudah di atas tahun sebelumnya," kata Andry.

Karena itulah SEID, lanjut dia, memasang target pertumbuhan penjualan tahun fiskal 2021 tumbuh 5-10 persen dibandingkan tahun 2019 yang dianggapnya tahun normal, bukan dibandinf 2020 yang memang merosot karena COVID-19.

"Sharp sedang berusaha menembus (omzet) bisnis Rp12 triliun setahun," kata Andry.

Salah satu strategi untuk mencapai target tersebut, kata dia, meningkatkan kontribusi penjualan B to B dari 5-6 persen menjadi 15-20:persen.

Selain itu juga semakin fokus menggarap pasar notebook yang terus tumbuh melalui Dynabook dengan menambah varian produk serta tenaga penjualan maupun jaringan pemasaran, di samping 25 kantor cabang SEID dan sekitar 400 jaringan servis.

"Notebook kami harapkan menjadi backbone baru Sharp di masa yang akan datang," ujar Andry.

Baca juga: Pasar notebook menggiurkan, Sharp incar penjualan 6.000 unit tahun ini
Baca juga: Sharp Indonesia gandeng Telkom perkenalkan TV game streaming pertama
Baca juga: Bidik gamers, Sharp Indonesia incar kenaikan triple penjualan ponsel