Shell dukung pemerintah sediakan SPKLU

Edy Sujatmiko
·Bacaan 2 menit

Shell mendukung program pemerintah untuk pengadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dengan menyediakan satu unit di SPBU Shell Pluit Selatan 1.

"Kami menyebutnya sebagai Shell Recharge untuk mewujudkan program pemerintah menuju energi yang bersih," kata Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu.

Dian menekankan pentingnya kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung efektivitas proses transisi energi di Indonesia.

“Kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia sangat dibutuhkan dalam mewujudkan agenda penyediaan energi yang lebih bersih. Kami siap untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tujuan bersama yang mulia tersebut,” tambah Dian.

Baca juga: Shell masih tunggu perkembangan EV di Indonesia untuk bangun SPKLU

Secara global, pihaknya bertujuan untuk melakukan penyeimbangan karbon terhadap lebih dari 200 karbondioksida (CO2) per tahun atau setara dengan mengurangi 340.000 mobil dari jalanan selama satu tahun.

Untuk tujuh tahun ke depan, jelas Dian, perusahaan berencana memperluas portofolio dengan memproduksi lebih banyak pilihan energi yang lebih ramah lingkungan bagi berbagai jenis kendaraan pelanggan di seluruh dunia.

Dian mengatakan perusahaan ke depan tidak hanya menerapkan prinsip rendah emisi pada pengembangan produk dan layanan, tapi juga dalam menjalankan operasi perusahaan dengan mengurangi intensitas karbon pada setiap material, teknologi, rancangan, peralatan, mekanisme operasi, dan mengedukasi seluruh karyawan.

"Kami yakin bahwa setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan, pemasok, mitra dan karyawan akan berpengaruh terhadap pencapaian menjadi perusahaan yang bebas emisi di masa depan," ujar Dian.

Baca juga: Pemerintah bangun 122 stasiun isi daya kendaraan listrik hingga April

Dia mengatakan perusahaan memberi akses produk-produk energi yang lebih bersih dan lebih efisien kepada pelanggan dalam rangka mewujudkan energi rendah karbon dalam mempercepat transformasi bisnis dengan "net-zero emission".

Pada saat yang sama, jelas Dian, perusahaan secara konsisten mengembangkan portofolio produk di bisnis hilir (downstream) dengan mempertimbangkan aspek lingkungan sejalan dengan strategi global "powering progress".