Sheringham Kenang Ucapan Sir Alex Ferguson di Final Liga Champions 1999

Manchester - Teddy Sheringham tampil jadi pahlawan Manchester United di final Liga Champions 1999 kontra Bayern Munchen. Sang striker bangkit dari bangku cadangan untuk menyamakan skor sebelum Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol kemenangan dramatis untuk memastikan gelar Liga Champions yang pertama untuk Sir Alex Ferguson..

Pada pertandingan itu Setan Merah tertinggal di babak pertama melalui gol Mario Basler. Skor 0-1 bertahan hingga halftime. 

Sheringham mengaku diam-diam sempat berharap Manchester United tidak mencetak gol penyama skor pada final tersebut. Harapan itu muncul karena janji Sir Alex Ferguson kepada dirinya saat halftime.  

"Manajer mendatangi saya saat halftime dan berkata, 'Lihat, jika skor tetap 1-0, kamu masuk. Jadi bersiaplah setelah sekitar 10 atau 15 menit'," kata Sheringham mengenang kata-kata Ferguson kepada dirinya, seperti dilansir Mirror, Rabu (27/5/2020). 

"Jelas, saya ingin skor bertahan seperti itu. Saya tahu itu sedikit egois. Tapi, Anda pasti ingin menjadi bagian apa yang terjadi di sana. Skor tetap bertahan dan 15 menit kemudian dia memasukkan saya." 

"Saat itu saya melihat Bayern Munchen dan berpikir mereka sangat bagus. Kami tak sepenuhnya dalam permainan. Itu mungkin penampilan terburuk kami sepanjang musim. Mereka unggul 1-0, bahkan bisa tambah menjadi 2-0, 3-0. Bola membentur tiang, membentur mistar."

"Peter Schmeichel membuat beberapa penyelamatan hebat, dan kami kesulitan. Saya rasa manajer (Sir Alex Ferguson) hanya ingin melakukan perubahan dan melihat apakah kami bisa sedikit mengacaukan mereka," sambung Sheringham.  

 

Sempat Kecewa

Final Liga Champions antara Manchester United kontra Bayern Munchen pada Mei 1999 menjadi salah satu final paling dramatis dan dikenang. MU mampu membalikkan keadaan usai mencetak 2 gol di masa injury time yang membuat Setan Merah akhirnya menang 2-1.

Sheringham mengaku kecewa ketika diberi tahu tahu tak akan menjadi starter pada final Liga Champions 1999. Padahal, ia sempat yakin akan mendapatkan kesempatan emas itu. 

"Situasinya aneh. Saya rasa jika Anda bertanya kepada setiap orang tentang  10 atau 11 hari pada Mei itu, kami semua akan memiliki skenario berbeda tentang apa yang terjadi," kata Sheringham. 

"Saya merasa punya kans tampil sebagai starter di final Liga Champions. Tapi, sepertinya manajer telah menyusun rencana untuk tiga laga sekaligus. Saya tak benar-benar tahu saat itu. Ketika diberi tahu saya tak akan bermain di final, saya kecewa lagi."   

"Tapi saya merasa Anda tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di sepak bola. Ada perubahan di final Piala FA, maka kemungkinan ada perubahan juga pada laga ini. Jadi saya tetap berharap mendapat kesempatan untuk terlibat di treble luar biasa yang sangat kami harapkan untuk akhir musim itu," sambung Sheringham. 

Sumber: Mirror

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Yus Mei Sawitri, published 28/5/2020)