Shin Tae-yong Heran Lihat Pemain Timnas Indonesia Banyak Jadi Cadangan di Klub BRI Liga 1, PSSI Siap Turun Tangan

Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku siap turun tangan untuk mengetahui penyebab banyaknya pemain Timnas Indonesia yang jadi cadangan di klub BRI Liga 1.

Respons tersebut diberikan Mochamad Iriawan untuk menanggapi keheranan pelatih Shin Tae-yong. Sebelumnya, Shin Tae-yong mengeluhkan pemain Timnas Indonesia yang dinilai minim kesempatan bermain di level klub.

Shin Tae-yong berharap, budaya seperti itu bisa dihilangkan demi mengembangkan sang pemain. Pelatih asal Korea Selatan itu memang tak menyebut secara spesifik sosok dan klubnya.

Namun, Shin Tae-yong memberikan sorotan khusus kepada pemain yang berperan sebagai penyerang di Timnas Indonesia. PSSI kini siap membantu untuk turun tangan menjawab keheranan Shin Tae-yong.

Diawet-awet?

Penyerang Timnas Indonesia, M Rafli (kiri) melakukan selebrasi bersama Kushedya Hari Yudo usai menjebol gawang Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Penyerang Timnas Indonesia, M Rafli (kiri) melakukan selebrasi bersama Kushedya Hari Yudo usai menjebol gawang Tira Persikabo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Mochamad Iriawan menyebut, pihak yang paling bisa menjawab keheranan Shin Tae-yong adalah klub BRI Liga 1. Namun, Iriawan siap menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah tersebut demi mendukung perkembangan Timnas Indonesia.

"Kami perlu komunikasikan mengapa mereka belum main atau diawet-awet. Bisa saja," kata Mochamad Iriawan.

"Kami akan diskusikan dulu dan belum mendapatkan jawaban. Harus tanya ke klub Liga 1 mengapa banyak pemain Timnas Indonesia dicadangkan," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Terancam Batal?

<p>Rachmat Irianto (nomor 13) berhasil mencetak gol kedua Timnas Indonesia ke gawang Kuwait pada laga pertama Grup A kualifikasi Piala Asia 2023 di&nbsp;Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City, Rabu (8/6/2022) malam WIB. Berkat gol Irianto, Indonesia menang 2-1. (dok. PSSI)</p>

Rachmat Irianto (nomor 13) berhasil mencetak gol kedua Timnas Indonesia ke gawang Kuwait pada laga pertama Grup A kualifikasi Piala Asia 2023 di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City, Rabu (8/6/2022) malam WIB. Berkat gol Irianto, Indonesia menang 2-1. (dok. PSSI)

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, menegaskan Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada FIFA Matchday, September 2022. Namun, duel tersebut diragukan terselenggara karena aturan vaksinasi COVID-19.

Menurut Mochamad Iriawan, mayoritas pemain Curacao belum melakukan vaksinasi COVID-19. Inilah yang menjadi faktor penghambat terselenggaranya pertandingan FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia.

"Ada hal yang memang mereka belum vaksin semua. Namun, mungkin masih keburu atau tidak mereka melakukan vaksin," kata Mochamad Iriawan kepada wartawan di Gianyar, Bali.

"Kami perlu komunikasikan dengan Pemerintah. Sebab, Pemerintah kita mempunyai aturan sendiri," tegas pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Lawan Berkualitas

<p>Starting line-up Timnas Indonesia berfoto sebelum laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)</p>

Starting line-up Timnas Indonesia berfoto sebelum laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)

Mochamad Iriawan berkomitmen mencarikan lawan yang berkualitas untuk Timnas Indonesia. Kandidat lawan harus memiliki peringkat di bawah ranking 100 FIFA.

"Jadi bersabar ya. Kami tetap mencari bersama Sekjen, Direktur Teknik, berkaitan dengan uji coba Timnas Indonesia," ucap Iriawan.

"Yang jelas, saya minta di bawah 100. Yang lebih kuat dari kita sehingga betul-betul bermain dengan permainan tinggi," tegas Iriawan.

Ibul Murka

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri) bercengkrama dengan Pelatih Kepala Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada usai laga uji coba Timnas Wanita Indonesia melawan Tim Putri Persib Bandung di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (13/01/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri) bercengkrama dengan Pelatih Kepala Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada usai laga uji coba Timnas Wanita Indonesia melawan Tim Putri Persib Bandung di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (13/01/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, juga murka dengan tudingan kekanak-kanakan dari mantan pelatih Timnas Thailand, Steve Darby. Tudingan itu diungkapkan terkait adanya rencana PSSI yang ingin meninggalkan AFF dan bergabung dengan EAFF.

Mochamad Iriawan menegaskan, Steve Darby tak pantas memberikan tudingan kekanak-kanakan pada PSSI. Menurut Iriawan, Steve Darby seharusnya mengkritik permainan Timnas Thailand U-19 di Piala AFF U-19 2022 yang menodai fairplay.

"Yang kekanak-kanakan itu Thailand saat bermain di lapangan. Saya tidak pernah bilang akan keluar dari AFF, hanya keinginan netizen," kata Iriawan.

"Tolong dicermati yang kekanak-kanakan ya Thailand. Ya harusnya menekan dong. Ini bola dioper kanan kiri dia diam saja. Kami tidak begitu," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Thailand Tak Begitu

Kiper Timnas Thailand U-19, Chommaphat Boonloet memberikan isyarat untuk menunda pertandingan saat balon berbentuk jerapah memasuki lapangan pada laga perebutan juara ketiga Piala AFF U-19 2022 antara Timnas Vietnam U-19 melawan Timnas Thailand U-19 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (15/07/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Timnas Thailand U-19, Chommaphat Boonloet memberikan isyarat untuk menunda pertandingan saat balon berbentuk jerapah memasuki lapangan pada laga perebutan juara ketiga Piala AFF U-19 2022 antara Timnas Vietnam U-19 melawan Timnas Thailand U-19 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (15/07/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Mochamad Iriawan juga menyebut, Thailand sebelumnya tidak pernah bermain seperti yang terjadi di Piala AFF U-19 2022. Menurut Iriawan, Thailand biasanya dikenal sebagai tim yang menjunjung tinggi sportivitas dan bermain agresif.

"Kan Thailand tidak pernah begitu mainnya. Biasanya bermain menyerang dan ofensif terus. Itu perlu didalami oleh AFF," ujar Iriawan.

"Apakah sudah ada rencana sebelumnya atau tiba-tiba terjadi di lapangan? Apalagi sudah ada indikasi dari tim teknik Vietnam seperti yang di Instagram itu," tegas Iriawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel