Shin Tae-yong Kembali Desak Liga 1 Segera Digulirkan

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, kembali mendesak agar kompetisi di Indonesia segera digulirkan. Sebab, hal itu akan berimbas pada persiapan skuad Garuda.

Terhitung sudah 11 bulan kompetisi sepakbola mati suri di Tanah Air. Pihak Kepolisian masih belum mau memberikan izin keramaian yang jadi landasan terselenggaranya sebuah pertandingan.

Alasannya masih sama. Situasi pandemi virus corona COVID-19 yang masih belum mereda. Bahkan, sekarang cenderung naik yang membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 11-25 Januari 2021.

Kendati sudah mengetahui kondisi tersebut, pelatih asal Korea Selatan tetap meminta agar kompetisi segera dilanjutkan. Pasalnya, akan sulit mengembangkan prestasi timnas jika tak ada kompetisi.

"Tentu, saya sebagai pelatih timnas Indonesia ingin Liga 1 dan 2 segera bergulir. Hal ini sangat penting karena saya bisa memantau para pemain dan melihat perkembangan mereka," kata Shin Tae-yong dikutip situs resmi PSSI.

"Karena melalui kompetisi resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Serta ujung sebuah kompetisi itu timnas. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan timnas negara lain atau klub," lanjut dia.

Untuk itu, mantan juru taktik Timnas Korea Selatan itu berharap semua pihak mendukung PSSI yang ingin menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal tahun 2021 ini.

"Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2, bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan? Kompetisi merupakan jantung pembinaan, jadi saya bisa mengambil pemain baru untuk skuad Timnas U-19, U-23, maupun senior nantinya," ucap pelatih berusia 51 tahun tersebut.

PSSI sejauh ini masih terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait agar bisa melanjutkan kembali kompetisi musim lalu yang tertunda.

Induk sepakbola Tanah Air itu memastikan akan menjalankan liga dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. Panduan protokol kesehatan untuk kompetisi sudah dibuatkan regulasinya serta diberikan kepada klub. Namun, jika harus berhenti, artinya kompetisi akan dilanjutkan untuk musim 2021.