Shin Tae-yong Masih Kesal Diganjar Kartu Kuning saat Timnas Indonesia Dibantai Vietnam

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Dubai - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, masih mempertanyakan keputusan wasit yang mengganjarnya kartu kuning pada laga kontra Vietnam, Senin (7/6/2021). Dia menilai wasit telah mengambil keputusan yang keliru.

Shin Tae-yong mendapatkan kartu kuning dari wasit Ahmad Alali asal Kuwait. Kartu kuning tersebut diberikan wasit karena pelatih asal Korea Selatan tersebut dianggap melakukan protes berlebihan.

Namun, Shin Tae-yong ternyata belum sepenuhnya ikhlas dengan hukuman itu. Dia menegaskan aksi protes tersebut sudah sesuai aturan dan tidak berlebihan.

"Memang sudah 2 hari berlalu, akan tetapi kenapa saya yang harus mendapatkan kartu kuning? Memangnya pelatih tidak boleh protes tentang yang seharusnya dikasih penalti?" kata Shin Tae-yong.

"Bahkan saya tidak keluar dari technical line. Kesalahan mereka akan tetapi malah menutupinya dengan memberikan kartu kuning kepada pelatih," tegas Shin Tae-yong.

Kartu kuning tersebut menjadi yang kedua diterima Shin Tae-yong di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebelumnya, dia juga mendapatkan kartu kuning saat Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 kontra Thailand (3/6/2021).

Penuh Ekspresi

Timnas Indonesia - Shin Tae-yong, Suporter Timnas, Bendera Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)
Timnas Indonesia - Shin Tae-yong, Suporter Timnas, Bendera Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Shin Tae-yong memang dikenal sebagai pelatih yang penuh ekspresi. Tak jarang, sang pelatih memberikan instruksi dengan nada tinggi dari pinggir lapangan.

Namun, hal itu dilakukan Shin Tae-yong bukan untuk memarahi pemainnya. Shin Tae-yong berdalih sengaja melakukan itu untuk mengasah mentalitas para pemain Timnas Indonesia.

"Sejujurnya saya tidak marah, hanya berbicara dengan suara keras saja agar bisa mengubah mental-mental pemain," tegas Shin Tae-yong.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel