Shin Tae-yong Tak Peduli Malaysia dan Vietnam: Fokus Saya Sepak Bola Indonesia!

Bola.com, Jakarta - Ada fenomena menarik yang belakangan melanda sepak bola Asia Tenggara. Beberapa tim di regional tersebut, termasuk Timnas Indonesia tampak kecanduan menggunakan pelatih asal Korea Selatan.

Fenomena ini dimulai di Vietnam. Mereka menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo di tahun 2017.

Prestasi Hang-seo cukup bagus. Pelatih dengan beragam ekspresi menarik ini mampu meningkatkan level sepak bola Vietnam.

Langkah itu diikuti oleh Indonesia. PSSI diketahui menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih pada awal tahun 2020 yang lalu.

Malaysia melakukan hal serupa. Setelah gagal total di Piala AFF 2020 yang berlangsung pada 2021 lalu, Malaysia menunjuk Kim Pan-Gon.

 

Persaingan Positif

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan arahan saat latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Senin (13/1/2020). Pria asal Korsel ini menjadi supervisi untuk Timnas Indonesia senior, U-22, U-20, dan U-16. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan arahan saat latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Senin (13/1/2020). Pria asal Korsel ini menjadi supervisi untuk Timnas Indonesia senior, U-22, U-20, dan U-16. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyambut baik kehadiran tiga pelatih asal Korea Selatan di Asia Tenggara. Menurutnya itu adalah persaingan yang positif.

"Pelatih Vetnam orang Korea. Pelatih Malaysia dan Indonesia juga. Untuk persaingan ini sangat positif kami bersaing dengan sehat," kata Shin di kanal Youtube Sport77 Official belum lama ini.

Keberadaan tiga pelatih Korea Selatan itu membuktikan kualitas sepak bola Malaysia yang memang sudah jauh berada di atas sepak bola Asia Tenggara.

Menariknya ketiga pelatih ini akan saling duel di Piala Asia 2023 nanti. Dimana Indoensia, Malaysia, dan Vietnam sama-sama lolos.

 

Fokus Pada Sepak Bola Indonesia

Ilustrasi - Shin Tae-yong Timnas Indonesia (Bola.com/Lamya Dinata/Adreanus Titus)
Ilustrasi - Shin Tae-yong Timnas Indonesia (Bola.com/Lamya Dinata/Adreanus Titus)

Meski demikian, Shin Tae-yong tampak tidak terlalu peduli dengan dua kolega satu negaranya itu. Shin merasa ia jauh di bawah Park Hang-seo dan Kim Pan-gon secara umur.

"Tetapi dalam karir saya Hang-Seo dan Pan-Gon itu jauh sekali," ujar Shin Tae-yong.

Lebih lanjut, Shin Tae-yong menegaskan fokusnya saat ini adalah bagaimana ia membangun sepak bola Indonesia dan menciptakan Timnas Indonesia yang kuat.

"Sebetulnya tidak terlalu peduli dengan mereka saya hanya fokus pada sepak bola INdonesia," tegasnya.

Tetap Bertahan di Indonesia?

Berkat kemenangan tersebut, Shin Tae-yong dan anak asuhnya mampu melesat ke posisi dua klasemen dengan raihan 4 poin. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Berkat kemenangan tersebut, Shin Tae-yong dan anak asuhnya mampu melesat ke posisi dua klasemen dengan raihan 4 poin. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kontrak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia tak lama lagi akan berakhir. Kontrak itu akan berakhir pada 31 Desember 2023 mendatang.

Timbul pertanyaan, apakah Shin Tae-yong akan menerima jika ia disodori kontrak baru oleh PSSI. Shin pun belum bisa menjawab hal itu.

Ia lebih memilih fokus pada pekerjaan yang ia lakukan saat ini. Juga menggapai target-target yang ingin dicapai.

"Waktu yang akan menjawab," ujar Shin singkat.

Impian Terbesar Shin Tae-yong

Reaksi STY menjadi perhatian, karena pria asal Korea Selatan (Korsel) tersebut memberikan gerak tubuh tak sepakat. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Reaksi STY menjadi perhatian, karena pria asal Korea Selatan (Korsel) tersebut memberikan gerak tubuh tak sepakat. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Lebih lanjut, ada tiga hal yang jadi fokus utama Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia. Ia mau juara Piala AFF, lolos dari fase grup Piala Asia 2023, dan juga tampil apik di Piala Dunia U-20.

"Pertama saya ingin juara AFF Cup 2022 yang kedua lolos dari fase grup Piala Asia tahun depan," beber Shin di kanal Youtube Sport77 Official.

"Piala Dunia U-20 itu impian terbesar saya selama di Indonesia," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel