Shin Tae-yong: Terlalu Banyak Penyerang dan Bek Asing di Liga 1

Bola.com, Jakarta - Shin Tae-yong mengidentifikasi krisis lini depan Timnas Indonesia. Temuannya masih sama dari kasus-kasus. Masalahnya klasik. Striker lokal kalah bersaing dari penyerang asing di level klub.

Kondisi itu merembet ke Timnas Indonesia. Shin Tae-yong tidak menemukan bomber lokal yang menggigit. Dia disediakan Ilija Spasojevic yang berstatus striker naturalisasi, namun menolaknya.

Shin Tae-yong menganggap Spasojevic sudah berumur dan tidak dapat mengikuti filosofi permainannya.

Selain striker, Shin Tae-yong juga menyinggung kebiasaan klub-klub Liga 1 mengandalkan bek asing. Untungnya, situasi ini tidak terdampak ke Timnas Indonesia.

Liga 1 Kuat, Timnas Indonesia Kuat

Pemain Persija Jakarta, Hansamu Yama (kiri) menghadang pergerakan pemain Rans Nusantara FC, Bagaskara pada laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Rans Nusantara FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (16/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persija Jakarta, Hansamu Yama (kiri) menghadang pergerakan pemain Rans Nusantara FC, Bagaskara pada laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Rans Nusantara FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (16/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tim berjuluk Skuad Garuda itu masih mempunyai stok bek yang cukup. Mulai dari senior hingga junior. Nama-nama seperti Elkan Baggott dan Rizky Ridho dapat menjadi penerus Fachruddin Aryanto.

"Kompetisi harus kuat baru bisa Timnas Indonesia kuat. Memang masalah yang paling besar di Liga Indonesia itu bek dan striker yang selalu diisi oleh pemain asing," ujar Shin Tae-yong dalam wawancaranya di YouTube Sport77 Official.

"Pembinaan usia dini juga harus bisa membuat penyerang baik. Tetapi, sampai saat ini, tidak bisa dibuat. Strategi yang saya inginkan memang tanpa penyerang utama," jelas Shin Tae-yong.

Terus Bergerak

<p>Starting line-up Timnas Indonesia berfoto sebelum laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)</p>

Starting line-up Timnas Indonesia berfoto sebelum laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)

Shin Tae-yong sudah mencoba beberapa striker di Timnas Indonesia. Mulai dari Dedik Setiawan hingga Dimas Drajad. Hasilnya belum membuat arsitek asal Korea Selatan itu tersenyum lebar.

Situasi seperti ini memaksa Shin Tae-yong untuk bereksperimen terhadap para gelandang serangnya. Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, sampai Saddil Ramdani terkadang dimainkan sebagai false nine.

"Saya ingin selalu pemain depan harus lebih banyak melakukan pergerakan dan lari daripada pemain-pemain lawan. Ini baru bisa meningkatkan kemungkinan tim bisa menang," tutur Shin Tae-yong.

Luwes

Sebagai pelatih, Shin Tae-yong mengaku cukup luwes. Dia tidak masalah jika Timnas Indonesia belum punya penyerang haus gol. Shin masih bisa mengandalkan para gelandangnya untuk menggedor gawang lawan.

"Jadi saya juga sebenarnya pelatih yang suka dengan gaya tanpa striker seperti ini," terang Shin Tae-yong.

"Untuk ke depannya kompetisi harus membuat striker yang baik agar di timnas banyak striker yang bisa membuat banyak gol," jelasnya.

Unggahan Shin Tae-yong

 

 

 

View this post on Instagram

A post shared by 신태용 (@shintaeyong7777)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel