Shinta VR Terpilih Jadi Technology Pioneer World Economic Forum

Merdeka.com - Merdeka.com - Shinta VR, perusahaan teknologi virtual reality (VR) di Indonesia terpilih menjadi salah satu "Technology Pioneer" oleh World Economic Forum di antara ratusan kandidat lainnya dari seluruh dunia.

Technology Pioneer World Economic Forum adalah kumpulan perusahaan berkembang dari seluruh dunia yang terlibat dalam penggunaan teknologi dan inovasi baru yang siap memberikan dampak signifikan bagi bisnis dan masyarakat.

Sejak awal didirikan pada 2016, mereka mengklaim berkomitmen untuk menjadi pionir dan pemimpin di industri teknologi imersif (AR/VR) telah menangani lebih dari 120 proyek AR/VR di lebih dari 12 negara.

Andes Rizky, pendiri sekaligus Managing Director Shinta VR akan diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan, acara, dan diskusi World Economic Forum sepanjang tahun 2022. Shinta VR juga akan berkontribusi dalam inisiatif Forum selama dua tahun ke depan, bekerja sama dengan para pemimpin global untuk membantu mengatasi berbagai isu penting di industri dan masyarakat.

"Kami senang menyambut Shinta VR bergabung dalam kelompok Technology Pioneer 2022," ucap Saemoon Yoon, Community Lead, Technology Pioneer, World Economic Forum dalam keterangannya, Jumat (13/5).

Andes menyampaikan pihaknya merasa terhormat mendapatkan apresiasi sebagai pionir dari World Economic Forum. Pencapaian ini mempertegas posisi Shinta VR di garda terdepan industri teknologi imersif nasional dan global, di mana teknologi dan inovasi baru dibangun untuk membawa dampak yang signifikan bagi bisnis dan masyarakat, terutama dalam menanggapi pandemi Covid-19.

"Kami percaya bahwa teknologi imersif akan memberikan manfaat yang lebih besar jika mampu menerapkannya untuk menciptakan dampak di masyarakat serta harus dapat diakses oleh semua orang. Kami tidak sabar untuk dapat berkontribusi dalam berbagai dialog dalam Forum untuk mengatasi tantangan ini," ujar dia.

Selain perannya di Shinta VR, Andes juga aktif sebagai Chairman Indonesia VR/AR Association (INVRA). Bersama dengan INVRA, Shinta VR telah secara aktif mendorong perkembangan industri immersive technology di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan mengambil peran dalam membangun fundamental industri immersive technology bersama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk merumuskan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dengan menyisipkan definisi-definisi teknologi imersif (VR/AR/MR). [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel