Shirataki Olahan Umbi Porang, Gizi Tepat untuk Diabetes

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Peminat umbi porang tengah melonjak. Bukan saja olahannya yang mampu diterima dengan baik oleh lidah, tapi juga khasiatnya untuk mengontrol beragam penyakit.

Dikutip dari laman Kementerian Pertanian RI, terdapat tujuh jenis berbeda pada tanaman porang, antara lain Amorphopallus Oncophyllus; Amorphopallus Campanulatus; Amorphopallus Variabilis; Amorphopallus Decus Silvae; Amorphopallus Spectabilis; Amorphopallus Titanium; dan Amorphopallus Muelleri.

Ada pun tanaman porang termasuk sebagai keluarga umbi-umbian. Tanaman ini memiliki jenis kandungan yang baik mulai dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, hingga serat pangan. Lantas, apa bedanya dengan tanaman umbi lain?

Ternyata, kadar glukomanan yang tinggi pada umbi porang ini menjadi kunci utama. Bagaimana tidak, glukomanan merupakan serat alami yang berkhasiat untuk menstabilkan gula darah pada pengidap diabetes hingga kadar kolesterol. Bahkan, serat ini sangat dibutuhkan untuk yang ingin menurunkan berat badannya alias diet.

Tak heran, umbi porang kerap diolah dalam bentuk makanan, termasuk shirataki. Ya, olahan umbi porang yang sudah dijadikan shirataki biasanya dijual dengan harga yang fantastis. Namun, apa saja kah manfaat mengonsumsi shirataki olahan umbi porang bagi kesehatan? Berikut rangkumannya dikutip dari laman WebMD.

Berat badan ideal

Olahan umbi porang bisa dibentuk sebagai mi shirataki. Jenis mi ini terbilang sehat lantaran satu porsinya mengandung kalori yang hampir sama dengan secangkir kaldu atau segenggam arugula.

Mi Shirataki terbuat dari bahan yang disebut glukomanan yang berasal dari akar konjak alias porang. Glukomanan adalah serat larut yang menyerap banyak air. Mie yang terbuat dari tepung glukomanan mengandung sekitar 3% serat dan 97% air.

Meskipun tidak ada penelitian yang secara khusus menargetkan mi shirataki, makanan berserat tinggi sangat membantu dalam mengontrol berat badan. Karena serat mengenyangkan, Anda mungkin merasa kenyang lebih lama dan makan lebih sedikit. Mereka yang menjalani diet ketogenik dapat menikmati mi shirataki sebagai pengganti makanan tinggi karbohidrat.

Pengendalian diabetes

Serat larut dalam mi shirataki dapat memperlambat laju penyerapan karbohidrat oleh tubuh. Ini dapat membantu penderita diabetes menghindari lonjakan gula darah.

Penelitian telah menunjukkan bahwa glukomanan, tepung umbi porang dalam mi shirataki, membantu penderita diabetes. Namun, hal ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu lantaran khawatir dapat memengaruhi pengobatan pada diabetes.

Kesehatan usus besar

Serat dalam makanan berkontribusi pada kesehatan yang baik dengan mengurangi sembelit. Ini meningkatkan fungsi usus umum, yang mengurangi risiko wasir, divertikulitis, dan kanker kolorektal. Serat dalam mi shirataki adalah serat larut, yang bertindak sebagai prebiotik, mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus besar.