Shopee Liga 1 2020 Diharapkan Bisa Berlanjut pada September

Bola.com, Sleman - Nasib kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia musim 2020, termasuk Shopee Liga 1 2020, masih belum jelas sejak dinyatakan force majeure pada Maret lalu. Pandemi COVID-19 berdampak pada aktivitas persepakbolaan Tanah Air.

Pedoman dari PSSI untuk memutuskan nasib kompetisi adalah masa darurat wabah virus Corona yang ditetapkan oleh pemerintah melalui BNPB. Apabila masa darurat diperpanjang setelah 29 Mei, maka Shopee Liga 1 2020 dinyatakan berakhir.

Mantan manajer PSS Sleman, Hendrikus Mulyono, mengatakan bahwa alangkah baiknya PSSI tetap melanjutkan pelaksanaan kompetisi musim 2020. Pihaknya tak sepakat jika kompetisi harus dibubarkan.

Pihaknya menyebut roda perekonomian nasional yang melibatkan sepak bola cukup tinggi. Banyak yang menggantungkan hidup kepada olahraga sepak bola, tidak hanya pelaku di atas lapangan hijau.

"Kalau dihentikan total, kasihan semua orang-orang yang terkait sepak bola. Sebaiknya dijadwalkan entah mundur satu atau dua bulan dari masa darurat wabah COVID-19," terang Hendrikus Mulyono kepada Bola.com, Sabtu (23/5/2020).

 

Menyamakan Persepsi

Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Menurutnya, kesehatan memang lebih penting dari segalanya. Namun, tidak ada salahnya apabila PSSI dan pemerintah sama-sama menyamakan persepsi bahwa sepak bola bisa berjalan di tengah pandemi COVID-19.

Seperti halnya di kompetisi beberapa negara yang sudah mulai dilanjutkan. Meski banyak aturan main ditempuh sebagai usaha menangkal penyebaran wabah virus Corona, seperti tidak ada penonton, tidak boleh bersalaman, sampai menjaga jarak saat selebrasi gol.

"Memang semuanya wajib dengan protokoler penanganan COVID-19 di Indonesia. Sebenarnya dengan penonton pun tidak masalah, asal dibatasi, dan dicek satu persatu seperti saat pekan awal Liga 1 kemarin," ungkapnya.

"Saya rasa pihak-pihak di PSSI bisa kok mencari formula yang tepat. Tidak harus selesai satu kompetisi, katakanlah sampai separuh musim. Kemudian dilanjutkan tahun depan," jelas Hendrikus Mulyono.

Video