Shopee Liga 1 2020: Warna-warni Jersey, Serbuan Apparel Lokal, dan Eksklusivitas Identitas

Bola.com, Jakarta - Jersey dalam sepak bola tak ubahnya seragam perang, baju zirah, dan kebanggaan tersendiri yang melambangkan supremasi serta identitas klub. Pada Shopee Liga 1 2020, muncul fenomena unik di dalamnya. Dominasi apparel lokal hingga sematan eksklusivitas berbaur dalam warna-warni jersey.

Berbeda dengan Divisi Championship (kasta kedua Liga Inggris), Liga 1 tidak memiliki pakem pada font nama pemain dan nomor punggung. Ini membuat klub dan apparel jersey diberikan kebebasan untuk mendesain sesuka hati dengan memperhatikan regulasi operator liga dan kepentingan sponsorship klub.

Seluruh klub Liga 1 2020 telah merilis seragam perang musim ini. Sebagian besar dari mereka juga telah menjual jersey ke publik, baik itu melalui official store, mau pun melalui produsen langsung.

Satu hal menarik mengenai Liga 1 2020 adalah, apparel atau merek lokal sangat mendominasi. Tercatat, hanya PSM Makassar saja yang menggunakan apparel luar negeri, yakni Umbro (Inggris).

Hal menarik lainnya mengenai jersey klub-klub Liga 1 2020 adalah, umumnya memiliki filosofi khusus. Tidak jarang, ada motif yang menggambarkan warna-warna atau simbol kedaerahan, motif batik misalnya.

Mengenai keputusan banyak klub memilih menggunakan apparel lokal, bisa mengerucut pada berbagai faktor, satu di antaranya adalah terkait bahan. Sebagai negara beriklim tropis cenderung panas, apparel lokal dinilai bisa lebih menyesuaikan bahan jersey yang cocok.

"Apparel lokal memiliki sirkulasi udara yang baik membuat suhu badan pemain tetap terjaga selama pertandingan meski dalam intensitas tinggi," kata Yuda Amardika, Brand Manager Ortuseight yang produknya digunakan oleh Timnas Futsal Indonesia untuk latihan.

Pertimbangan kedua yang membuat klub-klub Liga 1 memilih apparel lokal adalah menyoal efisiensi finansial. Apparel luar negeri umumnya menerapkan skema beli putus dengan harga yang relatif lebih mahal, sehingga membuat hitung-hitungan sponsorship-nya jadi tidak luwes.

Dengan skema beli putus dan harga yang mahal, klub Liga 1 biasanya tidak membeli banyak. Selain itu, merek luar biasanya juga tidak menerapkan sponsorship dalam paketan jersey kepada klub-klub Liga 1, dalam hal ini adalah kaitannya dengan Liga Indonesia.

Apparel lokal umumnya bisa dilobi sedemikian rupa sehingga produk yang dipesan oleh klub bisa sesuai dengan kebutuhan, tidak kurang dan tidak lebih. Selain itu, klub Liga 1 turut menggandeng apparel lokal sebagai sponsor, sehingga ini bisa menjadi pemasukan atau royalti buat klub.

Dengan menggunakan apparel lokal atau buatan sendiri (self-made), klub Liga 1 2020 juga bisa meraih pendapatan lebih besar dari sektor merchandising. Sebab, suporter jadi bisa lebih mudah mendapatkan jersey original klub dengan harga yang relatif terjangkau dibanding dengan jersey buatan apparel luar negeri.

Mengapa demikian? Baik klub atau pun apparel bisa menekan harga jual kepada suporter dengan memperhatikan potensi pasar dan daya beli mereka. Apparel luar negeri yang original bisa dijual dengan harga berkisar di atas Rp 500.000. Sementara apparel lokal umumnya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Bahkan, tak jarang apparel lokal merilis jersey supporter edition seperti yang pernah dilakukan Riors sebagai apparel resmi PSIS Semarang. Pada Liga 1 2018 silam, Riors menawarkan jersey edisi suporter dengan harga tak lebih dari Rp 350.000.

"Apparel lokal leluasa menetapkan harga sendiri, tergantung UMR setempat dan kemampuan suporter. Kami tidak bisa memaksakan harga tinggi, tujuannya agar mereka bisa mendapatkan produk yang original," kata Sirajudin Hasbi, Business Development Sembada, apparel resmi PSS Sleman.

Tren yang Terus Berkembang

Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan, menunjukan jersey tim Persib Bandung saat launching Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2). Sebanyak 18 klub pamerkan jersey untuk kompetisi Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Geliat apparel lokal yang menyerbu klub-klub Liga 1 sudah ada sejak 2017, tepat pada tahun awal 'kembalinya' kompetisi sepak bola Indonesia pasca pembekuan PSSI oleh FIFA. Pada saat itu, sejumlah klub sudah memilih menggunakan merek lokal sebagai apparel resmi mereka.

League, Maniak Bajuk Bola (MBB), Calci, Sportama, Villour, dan Specs bersaing dengan apparel luar negeri macam Lotto, Kelme, Joma, Umbro, hingga Mizuno. Bahkan pada Liga 1 2019, hanya ada dua merek luar negeri yang 'bertahan', yakni Lotto dan Umbro.

Pada Shopee Liga 1 2020, apparel dalam negeri terbagi menjadi dua jenis, yakni apparel lokal dan apparel buatan sendiri (self-made). Delapan tim menggandeng apparel lokal dengan MBB paling dominan, yakni dipakai oleh Madura United, Persik Kediri, dan Persiraja.

Riors dipakai oleh dua klub, yakni Borneo FC dan PSIS Semarang. Khusus PSIS, Riors sudah bekerja sama sejak Liga 1 2018. Sementara Borneo FC baru pada musim ini.

Persipura Jayapura dan Bhayangkara FC menggandeng Specs, produk kenamaan Indonesia yang telah lama mewarnai sepak bola Tanah Air. Sementara Persikabo bekerjasama dengan DJ Sport.

Sembilan tim sisanya memutuskan untuk memproduksi sendiri kebutuhan jersey mereka. Persebaya Surabaya misalnya, menggunakan jersey dengan merek dagang Aza. Barito Putera mengenakan H, sementara Persela Lamongan yang akrab dengan Lotto pada era-era lampau memproduksi jersey sendiri bernama Octagon.

Persib Bandung (Sportama), sama seperti Persija Jakarta (Juara) dan PSS Sleman (Sembada), juga mengenakan jersey buatan sendiri pada Liga 2020. Sementara Arema FC yang sempat menggandeng produk asal Eropa, Munich, akhirnya memproduksi jersey sendiri dengan nama Singo Edan Apparel.

Hal menarik lainnya yakni keputusan Persita Tangerang dan Bali United yang menggunakan produk sendiri tanpa embel-embel merek pada jersey-nya. Khusus Bali United, jersey original bisa didapatkan langsung di official store dengan harga beragam.

Pentingnya Eksklusivitas

Kiper Persija Sahar Ginanjar saat menunjukkan jersey baru Persija di SUGBK, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Jersey merah muda (pink) digunakan Persija dalam laga tandang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di Indonesia, membeli produk KW alias abal-abal alias tidak original seperti sudah membudaya dan mengakar. Ini tak lepas dari membanjirnya usaha sejumlah pihak untuk meraup keuntungan dengan memproduksi produk replika. Ironisnya, karena harga jersey original tak bisa serta merta dijangkau oleh suporter, jersey KW sering diminati oleh warga Indonesia.

Hal ini tentu berdampak pada pendapatan klub. Padahal, pemasukan dari merchandising merupakan salah satu sumber uang terbesar. Klub-klub Eropa juga sangat menggantungkan finansial dari sektor ini.

Oleh karena itu, Persija Jakarta membuat langkah berani dengan mendaftarkan logo dan desain jersey ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Langkah ini ditempuh sebagai upaya tim berjulukan Macan Kemayoran itu menjadi klub yang profesional.

Dengan langkah ini maka seluruh desain jersey Persija dilindungi Undang-Undang No 31 Tahun 2000 tentang desain industri, yang salah satu di dalamnya mengatur tentang hak desain industri.

Selain desain jersey, manajemen Macan Kemayoran juga mendaftarkan logo Persija dan JUARA sebagai apparel resmi. Hal ini membuat segala bentuk penggunaan logo Persija dan JUARA dalam bentuk produksi tanpa izin akan diganjar hukuman.

Kebijakan ini membuat seluruh pihak tidak dapat memalsukan segala bentuk aset Persija. Karena sesuai UU No 31 Tahun 2000 pasal 54, pelanggar dapat dipidana paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000.000.

Direktur Utama Persija, Ambono Janurianto menyatakan, langkah ini dimulai untuk melindungi aset-aset Persija.

“Sepak bola kini sudah memasuki dunia industri tidak terkecuali di Indonesia. Sebagai klub profesional, manajemen ingin tidak ada lagi tindakan yang merugikan seperti pemalsuan desain jersey dan bentuk-bentuk lainnya,” ujar Ambono mengutip dari situs persija.id.

Daftar Apparel Klub Liga 1 2020, Sponsor, dan Katalog

Pemain Persita Tangerang saat launching di Gading Serpong, Tangerang, Rabu, (26/2/2020). Jelang bergulirnya Shopee Liga 1 2020 Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini memperkenalkan tim, jersey hingga logo baru. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
  • Arema FC

Apparel: Singo Edan Apparel

Sponsor: Indomie, Kratingdaeng, Ms Glow For Men, dan Joseph Revo Investment Inc

Harga: Rp 465.000 - 480.000 (via official store)

  • Bali United

Apparel: Produksi sendiri

Sponsor: Indofood, Corsa, Achilles, Jagadiri (PT Central Asia Financial), Datsun, Total, Bereksa.com, Syailendra, Buana Capital, Kick Andy, YCAB Foundation, DMID, Smartfren, Wulling Motors, Bank INA, Bengkel Bos, CBN Fiber, MS Glow for Men, OVO, Indomie, Indaco, Kuku Bima Ener-G, Alderon, Coco Mart, Mobil, TOA, Guinnes, Bebek Bengil

Harga: Rp 390.000 (via official store)

  • Barito Putera

Apparel: H

Sponsor: Hasnur Group, PT Maming enam sembilan, Jhonlin Group

Harga: Rp 250.000 (via Shopee)

  • Bhayangkara FC

Apparel: Specs

Sponsor: BNI, Jatim Park Group, Gojek, Go-Pay, Bright Gas, Jasa Raharja

Harga: Rp 150.000 - Rp 300.000 (via official store)

  • Borneo FC

Apparel: Riors

Sponsor: Feast, BIB, KukuBima Ener-GI, Ansaf, Fun88 Bola, Bank Kaltimtara, Le Minerale, Wall's, Hydro Coco

Harga: Belum ada informasi

  • Madura United

Apparel: Maniak Baju Bola (MBB)

Sponsor: Integra Group, Kangean Energy Indonesia, Kuku Bima Ener-G!, Kopi ABC, Tiket.com, Pojur, Lion Group, Logam Jaya Abadi

Harga: Rp 300.000 - Rp 350.000 (via offcial store, Shopee)

  • Persebaya Surabaya

Apparel: AZA

Sponsor: Extra Joss, Kapal Api, MPM Distributor Honda, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Nusa Net, Harian Surya, Tribun Jatim

Harga: Rp 175.000 - Rp 799.000 (via official store)

  • Persela Lamongan

Apparel: Octagon

Sponsor: So Nice, Extra Joss, Loket, RSUD Dr. Soegiri, One Point

Harga: Rp 145.000 - Rp 250.000 (via official store)

  • Persib Bandung

Apparel: Sportama

Sponsor: Pria Punya Selera, Halodoc, Indofood, Mobil, Permata Bank Syariah, Kopi ABC, Azzuri, Envi, Didimax, Indomie, ISMC

Harga: Rp 250.000 - Rp 500.000 (via official store)

  • Persija Jakarta

Apparel: Juara

Sponsor: Amman Mineral, Indomie, Bank DKI, Kratingdaeng, Ithaca, Elite Club, RS Premier Bintaro

Harga: Rp 799.900 (via official store, Shopee)

  • Persik Kediri

Apparel: Maniak Baju Bola (MBB)

Sponsor: Biznet, Greenland Kediri, GoPay

Harga: Belum ada informasi

  • Persipura Jayapura

Apparel: Specs

Sponsor: KukuBima Ener-G!, Bank Papua, PT Freeport Indonesia

Harga: Belum ada informasi

  • Persiraja Banda Aceh

Apparel: Maniak Baju Bola (MBB)

Sponsor: Dek Gam Foundation, Bank Aceh, Lion Parcel, Kyriad Hotel Muara Aceh, Extra Joss, PDAM Tirta Daroy, The Atjeh Foundation, Teh Botol Sosro, RYSm

Harga: Rp 350.000 (via official store)

  • Persita Tangerang

Apparel: Produksi sendiri

Sponsor: Palang Merah Indonesia, Matrix, Indomilk, Indomie, Moya, Krating Daeng, Aetra

Harga: Rp 125.000 - Rp 250.000 (via official store)

  • PSIS Semarang

Apparel: Riors

Sponsor: DBASIA News, Indomie, Charlie Hospital, Extra Joss, Pegadaian

Harga: Rp 240.000 - 385.000 (via official store)

  • PSM Makassar

Apparel: Umbro

Sponsor: Semen Bosowa, Honda, KukuBima Ener-GI, Kalla Group, Kios Tix, Mizone, PLN, Siloam Hospitals, Mall Sampah

Harga: Belum ada informasi

  • PSS Sleman

Apparel: Sembada

Sponsor: Indomie, GoJek, Warung Pak Lanjar, Green Autocare, Loket, BCSxPSS South Korea, Pocari Sweat, Muncul, CS Shop, PDAM Sleman Daxu, Plaza Ambarrukmo, RF, Gudeg GO, Forlantas, Jogja Orthopaedic Sport Clinic, UNISA, Klik Fifa News, RSUD Sleman, Reddoorz, Bakpia & Batik BW Wong Jogja

Harga: Rp 199.200 - Rp 405.000 (via official store, Shopee)

  • Persikabo

Apparel: DJ Sport

Sponsor: SBOTOP

Harga: Rp 320.000 - Rp 350.000 (via official store)

Video