Shopee Liga 1: Aktivitas Persipura Dihentikan, Blackpearl 1963 Angkat Suara

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Satu element pendukung Persipura, Blackpearl Curva Noard (BCN) 1963 menyatakan penghentian aktivitas tim sepenuhnya hak manajemen. Begitupun soal ketiadaan sponsor, BCN menyebut pencarian sponsor sudah menjadi tanggung jawab dari jajaran manajemen.

Seperti diketahui, publik sepak bola di Tanah Air dikejutkan dengan keputusan manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam itu untuk menghentikan aktivitas tim. Selain karena belum adanya kejelasan lanjutan kompetisi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), persoalan sponsor pun menjadi alasan lain Persipura.

Dalam pernyataan manajemen itu, keputusan menghentikan aktivitas lantaran dana dari sponsor belum diterima. Pentolan BCN 1963, Capo Angky mengatakan manajemen seharusnya memakai kata yang tepat, yakni menghentikan aktivitas, bukan membubarkan supaya tidak menimbulkan polemik.

"Kalau untuk kami, menanggapi polemik yang saat ini sedang marak dibahas terutama media sodial terkait bubarnya (berhenti beraktifitas) Persipura, kami menanggapinya biasa. Karena hal seperti itu (penghentian aktivitas klub) bagi kami sudah sering terjadi," kata Angky.

"Dan terkait itu, manajemen seharusnya bukan memakai kata bubar tapi mengistirahatkan pemain untuk sementara waktu sampai ada kejelasan dari pertemuan manajemen dengan sponsor. Agar bisa mencari solusi bersama, supaya tim bisa berkumpil kembali untuk persiapan nanti di AFC," tambahnya.

Semua keputusan, kata Capo Angky saat ini ada di manajemen. Karena manajemen lah yang harus bertanggung jawab untuk mencari sponsor, dan memastikan kesiapan tim termasuk mencari pemain-pemain yang siap bertarung di kancah internasional menggantikam pemain yang hengkang.

Beberapa pemain sudah meningglkan Persipura pasca ketidakjelasan kompetisi Liga 1 seperti Arthur Cunha dan Sylvano Comvalius. Kabar terkahor menyebut Marinus Wanewar pun sudah keluar dari Perspura.

"Meski ada beberapa pemain yang sudah keluar, terakhir kemarin malam kami sudah dapat info Marinus Wanewar juga kalau tidak salah sudah keluar dari Persipura, putus kontrak," tambahnya.

Berharap Bisa Tampil Maksimal di Piala AFC

Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu, Malang. (Iwan Setiawan/Bola.com)
Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu, Malang. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Meski beberapa pemain meningglkan Persipura, Capo Angky optomistis manajemen bisa memperjuangkan segala sesuatunya supaya tim kebanggaan masyarakat Papua ini bisa tampil maksimal di Piala AFC yang akan dimulai April mendatang.

Sama seperti harapan masyarakat Papua lainnya, suporter yang tergabung di BCN 1963 ini pun berharap, Persipura tetap manggung di Piala AFC nanti. Jika tidak ikut, Capo Angky menyebut manajem harus bertanggung jawab.

"Kalau untuk AFC kami rasa kami kembalikan lagi ke manajemen. Tapi dengan pemain, kemarin kami sudah bertemu mereka, bahwa pemain sudah siap. Mereka tunggu dari manajemen saja. Misalnya memanggil lagi, untuk berbicara kontrak untuk tahun ini saya rasa pemain semuanya sudah siap kembali untuk melakukan persiapan," ujarnya.

"Soal AFC kami yakin akan ikut, tapi itu kembali ke manajemen. Kalau tidak ikut AFC, pastinya salahnya ada di manajemen. Karena manajemen tidak mampu mencari sponsor. Tapi yakin manajemen bisa mempersiapkan tim kembali untuk berlaga di AFC," Capo Angky mengakhiri pembicaraan.

Video