Shopee Liga 1: Arema Liburkan Tim Sampai Akhir November

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Arema FC merevisi durasi libur untuk pemainnya. Hendro Siswanto dkk. akan dapat libur lebih panjang. Manajemen tim Singo Edan memutuskan latihan kembali digelar pada 30 November.

Sebelumnya, Arema akan latihan kembali digelar pada 10 November. Itu Artinya, Arema meliburkan sesi latihan dalam satu bulan penuh.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyampaikan jika tambahan libur itu sesuai dengan program tim pelatih. Jika latihan rutin dilanjutkan, itu terlalu lama untuk kompetisi yang baru diputar tahun depan.

“Mungkin Januari sudah ada agenda persiapan. Mungkin mini turnamen atau lainnya. Jadi, idealnya latihan kembali baru akhir bulan November,” jelas Ruddy.

Tambahan libur ini sebenarnya sudah diprediksi pemain. Mes pemain yang biasanya masih ada kehidupan selama libur latihan kini sepi. Dua pemain yang jadi penghuni tetap, Gitra Yuda dan Ridwan Tawainella pulang kampung ke Padang dan Ambon.

Pelatih kepala Arema, Carlos Oliveira sebenarnya ingin tetap melanjutkan persiapan. Namun, jika manajemen menghendaki libur sampai akhir November, dia tidak bisa memaksa. Carlos memilih untuk menyusun ulang program latihannya pada saat pemain dikumpulkan lagi.

Saat ini, mayoritas klub Liga 1 memilih meliburkan sesi latihan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jika dipaksakan latihan, mereka khawatir tidak akan maksimal. Secara psikis, pemain kecewa dengan kondisi sepak bola yang terus mengalami penundaan pada masa pandemi virus corona.

Pulang Kampung

Pemain sayap Arema FC, Ridwan Tawainella. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain sayap Arema FC, Ridwan Tawainella. (Bola.com/Iwan Setiawan)

PSSI mengambil keputusan melanjutkan kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal tahun 2021. Pemain Arema yang selama ini memilih tinggal di mes saat libur latihan akhirnya pulang juga, yakni Gitra Yuda Furton dan Ridwan Tawainella.

“Ada tiga pemain yang belum pulang sejak latihan pertama Agustus lalu. Saya, Ridwan dan M. Ikhsan. Sekarang pulang semua,” kata Gitra.

Khusus Ikhsan, dia meninggalkan Malang dan tidak kembali lagi. Karena dia kembali ke Borneo FC setelah masa peminjamannya berakhir.

“Saya dan Ridwan jarang pulang karena luar pulau mungkin. Jadi jauh. Biasanya meski libur panjang saya gak pulang. Tapi sekarang menunggu di Padang saja kepastiannya nanti seperti apa,” lanjut mantan pemain Persik Kediri ini.

Sementara Ridwan memilih pulang karena sudah rindu dengan keluarganya. Meskipun tiket menuju Ambon tidak murah ketika gajinya hanay 25 persen di Arema.

“Ongkos bisa dicari, tapi rindu yang susah,” jawabnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: