Shopee Liga 1: Bhayangkara FC Larang Pemain Main Tarkam, Persita Persilakan Saja

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Pertandingan tarkam alias antarkampung menjadi godaan terbesar bagi pemain profesional di Indonesia, termasuk di Shopee Liga 1, ketika kompetisi tengah berhenti. Umumnya, tujuan mengikuti tarkam untuk mendapatkan pemasukan sampingan.

Namun, fenomena tarkam masih menjadi pro dan kontra di kancah sepak bola Indonesia. Banyak yang mengkritik karena tarkam bisa membuat pemain cedera.

Karena itu, Bhayangkara FC melarang pemainnya untuk mengikuti tarkam. Demi menjaga kondisi sembari menunggu Shopee Liga 1 tahun depan, Andik Vermansah dan kawan-kawan diimbau untuk mengikuti arahan dari tim pelatih.

"Untuk saya, sebaiknya pemain jangan sampai mengikuti tarkam. Sebab, risikonya besar. Bisa sampai cedera atau yang lain," kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji.

"Untuk para pemain, sekarang lebih baik mengikuti saja program yang dibuat oleh tim pelatih untuk menjaga kondisi," jelas Kapolres Sidoarjo tersebut.

Persita Boleh

Pemain Persita Tangerang, Edo Febriansyah, melakukan selebrasi usai membobol gawang PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persita Tangerang, Edo Febriansyah, melakukan selebrasi usai membobol gawang PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berbeda dengan Bhayangkara FC, Persita Tangerang tidak ambil pusing jika pemainnya mengikuti tarkam. Pendekar Cisadane, julukannya, justru mempersilakan Hamka Hamzah untuk menjaga kondisi dalam ajang tersebut.

"Mengacu aturan, pemain masih terikat kontrak. Di kontrak sudah ada tata tertibnya. Diharapkan, mereka tidak bermain tarkam di jadwal Persita," tutur manajer Persita,I Nyoman Suryanthara.

"Tapi, kami juga memberikan kebijakan dalam hal seperti sekarang ini. Pemain butuh untuk menjaga kondisi masing-masing. Kami berpikir positif saja. Kalau mereka bermain di tarkam, kami persilakan demi menjaga kondisi mereka," tuturnya.

Video