Shopee Liga 1 Ditunda, Pemain Sepak Bola Mulai Merasakan Dampaknya

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Kehilangan pekerja utama karena Shopee Liga 1 2020 vakum membuat para pemain profesional di Tanah Air mulai mengalami persoalan keuangan. Seperti yang disampaikan bek Madura United, Guntur Ariyadi.

Menurut Guntur, sebagai pemain profesional, tentu bermain di kompetusi resmi menjadi andalan mencari nafkah bagi keluarga tercinta. Namun, ketika kompetisi tempat mencari nafkahnya terhenti seperti saat ini, maka sudah dipastikan para pemain akan mengalami masalah keuangan.

Shopee Liga 1 kembali ditunda hingga awal 2021. Ini adalah kali kedua PSSI dan LIB menunda lanjutan Liga 1 setelah terhenti pada Maret karena pandemi virus corona.

"Kami bekerja sebagai pemain profesional di lapangan dan kompetisi, kalau Liga 1 tidak jelas seperti ini, penghasilan kami dari situ," kata Guntur kepada Bola.com, Kamis (11/11/2020).

Hampir semua tim telah meliburkan pemain karena jika tetap berlatih, klub juga menghadapi kesulitan keuangan.

Banyak Aspek

Suporter Madura United di Stadion Gelora Madura, Pamekasan (28/5/2019). (Bola.com/Aditya Wany)
Suporter Madura United di Stadion Gelora Madura, Pamekasan (28/5/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bukan hanya soal penghasilan, terhentinya kompeti berdampak terhadap aspek lainnya. Mulai mata pencaharian klub hingga ekonomi kelas menegah ke bawah pun merasakan pahitnya dampak kompetisi yang tidak berjalan.

"Kompetisi itu sebagaii barometer sepak bola Indonesia. Serta sebagai hiburan masyarakat Indonesia pada umumnya. Saya berharap segera ada kejelasan," ucap Guntur.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan pendekatan ke kepolisian untuk mendapatkan izin menggelar Shopee Liga 1 pada Februari 2021. Surat permohonan kepada institusi keamanan itu telah dikirimkan pada Rabu (11/11/2020).

PT LIB telah memutuskan untuk menunda Shopee Liga 1 2020 hingga Februari 2021. Karena berjalan lintas tahun, titel kompetisi juga berganti menjadi musim 2020/2021.

Saksikan video pilihan berikut ini: