Shopee Liga 1: Subsidi Dipotong, Persebaya Minta Kompetisi 2020 Diakhiri Saja

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - PSSI secara resmi telah mengirim surat kepada klub kontestan Shopee Liga 1 2020 mengenai kelanjutan kompetisi. Hasilnya, PSSI bakal menggelar kompetisi kasta teratas pada tahun depan dengan titel musim “2020/2021”.

Kompetisi Shopee Liga 1 2020/2021 rencananya bakal digelar mulai Februari mendatang. Artinya, selama dua bulan ke depan sampai Desember dipastikan tidak ada kelanjutan kompetisi musim 2020. Kabar ini sekaligus memastikan bahwa penundaan lanjutan kompetisi tidak digelar tahun ini.

Persebaya sebagai satu di antara kontestan merasa kecewa dengan keputusan PSSI ini. Terlebih, ada poin yang menyebutkan bahwa klub kontestan tidak akan menerima subsidi secara penuh.

Normalnya, klub kontestan bakal menerima Rp800 juta. Namun, kali ini PSSI memotongnya hingga 75 persen atau hanya akan membayar Rp200 juta. Itu pun dengan catatan apabila kompetisi berjalan sesuai rencana.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, merasa surat tidak banyak memberi kepastian atas keresahan yang dialami oleh klub. Sebab, masih ada kemungkinan Shopee Liga 1 akan dimulai tidak sesuai jadwal lagi.

“Surat ini tidak menjawab keresahan klub. Justru situasi makin tidak pasti,” kata Candra Wahyudi dalam rilis yang diterima Bola.com.

Kecewa

Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi. (Bola.com/Erwin Snaz)
Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi. (Bola.com/Erwin Snaz)

Wajar saja bila Persebaya merasa kecewa dengan surat ini. Sebab, setidaknya hampir empat bulan ke depan, manajemen klub harus tetap membayar gaji para pemain, jajaran pelatih, hingga staf lainnya.

“LIB menjanjikan hak komersial klub sebesar Rp200 juta selama masa tunggu sebelum kick-off, tapi baru akan dibayar saat kompetisi berjalan. Memang LIB bisa menjamin liga berjalan?” tanya Candra.

Persebaya menilai PSSI masih terus mengirim ketidakpastian kepada klub kontestan Shopee Liga 1 2020. Klub berjulukan Bajul Ijo itu bahkan meminta PSSI menyudahi saja kompetisi musim ini, tidak perlu dilanjutkan.

Sisa waktu yang ada dipakai recovery. Menyiapkan energi untuk bersiap lebih baik bagi kompetisi tahun depan.

“Sudahi saja daripada tidak pasti seperti ini. Mari kita himpun energi untuk menyiapkan kompetisi musim depan yang lebih rapi dan lebih baik lagi,” ungkap pria asli Bojonegoro tersebut.

Video