Shopee Liga 1 Tidak Kunjung Jelas, Robert Alberts: Pemain Persib Kehilangan Motivasi dan Murung

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts menyebutkan para pemainya sudah kehilangan motivasi karena selama ini hanya latihan mandiri, tepatnya sejak Maret 2020 lalu.

Terlebih lagi hingga memasuki awal 2021, kompetisi sepak bola Indonesia belum ada tanda-tanda akan digulirkan kembali meski semua yang terkait ke dalam kompetisi itu siap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

"Pemain Persib murung, banyak juga dari mereka mengalami masalah finansial. Dan bukan hanya pemain, kami juga berbicara dengan banyak staf dan juga tim pelatih. Seperti yang pernah saya katakan, kami ini adalah korban dari kebijakan pihak otoritas di Indonesia, pihak otoritas sepak bola," ucap Robert Alberts di Bandung, Rabu (6/1/2021).

Disinggung rencana PSSI akan membahas kelanjutan Shopee Liga 1 2020 pada pertengahan Januari 2021 ini, pelatih asal Belanda ini berharap ada kesimpulan yang jelas dari pertemuan tersebut.

"Saya rasa PSSI sudah cukup menggelar pertemuan sejauh ini, itu opini saya. Mereka hanya bertemu dan bertemu tapi tidak ada kesimpulannya. Kami masih tetap tidak bisa bermain sepak bola," seloroh Robert.

"Kami masih tanpa gaji (full) dan kami masih tetap dalam situasi ragu mengenai masa depan termasuk orang yang terlibat di sepak bola Indonesia seperti suporter," lanjutnya.

Hentikan Shopee Liga 1 2020

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Erwin Snaz/Bola.com)
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Erwin Snaz/Bola.com)

Padahal kata Robert Alberts, Indonesia adalah negara yang dikenal memiliki fans sepak bola begitu besar di Asia. Dan saat ini semua orang dalam posisi yang kebingungan dan sebagai pegiat sepak bola butuh arahan yang jelas.

"Dan saya sekali lagi menekankan untuk berhenti memikirkan Liga 1 2020, hentikan sesuai aturan FIFA dan fokus menatap musim 2021 supaya semua bisa kembali segar dan termotivasi lagi," tegas Robert yang sebelim menukangi Persib melatih PSM Makassar itu.

"Kami ada di salah satu liga terbaik di regional ini tapi saat ini kami satu-satunya negara yang tidak bermain sepak bola," tambahnya penuh kecewa.

Mengenai kompetisi basket dan voli yang kabarnya mendapat izin untuk digelar, pelatih berusia 66 tahun ini pun masih meragukan.

"Kami mendengar liga basket akan dimulai pada tanggal 15 Januari tapi dari informasi yang saya terima hingga saat ini belum ada persetujuan resmi bisa digelar, jadi itu harus diperiksa lagi," ungkap Robert mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan Kami: