Shopee Liga 1 Vakum, Gelandang Persebaya Jadi Pelatih SSB di Kampung

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan, punya kegiatan sendiri untuk mengisi kekosongan di tengah libur kompetisi Shopee Liga 1 2020. Dia kini menjadi pelatih di sekolah sepak bola (SSB) Kelud Putra di Sukodono, Sidoarjo.

Lokasi tempat latihan itu kebetulan tidak jauh dari rumah Rendi di Desa Wilayut. Mantan kapten Persebaya itu berusaha membagikan ilmu dan pengalamannya kepada anak-anak yang sedang mempelajari sepak bola.

“Awalnya, saya lihat mereka main bola tapi tidak pakai sepatu. Terus banyak sekali anak-anak di sini. Lalu saya tanya apa mau bermain sepak bola, dan mereka mau,” ungkap pemain berusia 33 tahun tersebut.

Kehadiran Rendi membuat anak-anak di sekitar lapangan tersebut memiliki aktivitas di tengah pandemi COVID-19 ini. Banyak yang mendaftar bergabung SSB Kelud Putra. Bahkan, ada pula yang mengajak untuk beruji coba.

“Mulai bulan Oktober itu, sampai sekarang sudah banyak yang daftar. Banyak juga yang ngajak sparing dengan kita. Biasanya tawaran datang melalui instagram atau facebook untuk mengajak pertandingan,” ucap Rendi.

“Kami sudah beberapa kali mengikuti turnamen satu di antaranya Askab PSSI Sidoarjo dan di Tulangan, Sidoarjo. Kalau uji coba, kami sudah menggelar 4 kali pertandingan uji coba,” imbuh pemain jebolan kompetisi internal Persebaya itu.

Aktivitas baru Rendi ini berguna untuk mengasah kemampuannya sebagai pelatih. Dia juga telah mengantongi lisensi kepelatihan AFC C yang didapatnya selama kursus yang digelar pada Februari 2020.

Mengasah Kemampuan Jadi Pelatih

Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan. (Bola.com/Aditya Wany)
Gelandang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan. (Bola.com/Aditya Wany)

SSB Kelud Putra tak asing bagi penggemar Persebaya. Sudah banyak pemain nasional yang diorbitkannya.

Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, lahir dari SSB ini. Begitu juga gelandang Bali United, Hariono, juga mengawali karier sepak bola. Keduanya dikenal pernah membela Timnas Indonesia di era yang berbeda.

“SSB kelud Putra ini sudah lama ada, yang pertama melatih klub ini bapaknya Lucky Wahyu (gelandang Sulut United). Beliau dulu mengorbitkan coach Uston dan Hariono,” tutur Rendi Irwan.

Melatih SSB yang berisikan anak-anak usia sekitar 10 tahun menjadi pengalaman baru buat Rendi. Dia harus sabar menghadapi mereka yang baru saja belajar bermain sepak bola.

“Kalau usia ini saya menyamakan sama anak saya sendiri. Usia seperti ini sulit diatur, kadang mau ikut latihan kadang tidak. Maka dari itu saya ikutin saja kemauannya seperti apa. Kalau seperti itu tinggal dipoles saja karena ada yang baru mengenal sepak bola,” ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: