Shopee Setop Jualan 13 Kategori Produk Impor, ke Depan Bisa Bertambah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Shopee Indonesia masih akan menambah daftar jenis produk impor yang tidak akan diperdagangkan pada platform mereka. Saat ini, tercatat baru 13 jenis produk yang telah dihapus marketplace tersebut.

"Dengan kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah, khususnya Menteri Koperasi dan UKM kita akan terus mengkaji bagaimana kita bisa membatasi dan memberikan prioritas kepada penjual-penjual dan produk-produk lokal," tegas Executive Director Shopee Indonesia, Handhika Jahja dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/5/2021).

Handhika mengungkapkan, keputusan Shopee Indonesia untuk galak terhadap produk asing tersebut guna melindungi kelangsungan bisnis UMKM dalam negeri. Menyusul maraknya fenomena penjual asing yang menjual produk impor (cross border) di sejumlah platform e-commerce.

"Kita tentunya mau mensupport para pelaku usaha yang produksi secara lokal. Jadi, ini bisa menjadi kajian pertama kita, semoga kita bisa berkolaborasi untuk terus memajukan produk lokal," bebernya.

Nantinya, penambahan larangan penjualan jenis produk impor sendiri akan menyasar barang-barang asli Indonesia. Terutama yang bisa diproduksi secara massal di dalam negeri.

"Jadi, 13 jenis usaha ini bisa bilang kajian pertama yang akan terus kita diskusikan sesuai dengan arahan dari pemerintah apa-apa saja jenis-jenis usaha yang mau kita dorong lagi dari sisi pengusaha lokal. Terutama yang ada produksi di Indonesia," tekannya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Menteri Teten Apresiasi Shopee Indonesia Tutup 13 Kategori Produk Asing

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Shopee Indonesia terkait kebijakan pelarangan masuk 13 kategori produk dari luar negeri (cross border) di platform mereka.

“Intinya saya ingin mengapresiasi Shopee yang sudah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia,” kata MenkopUKM Teten Masduki dalam Konferensi Pers Pelarangan Masuk 13 Kategori Produk dari Luar Negeri bersama Shopee Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya berkat tindak lanjut yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM bersama Shopee. Teten menilai Shopee sudah sepakat untuk mengidentifikasi dan mengkurasi produk luar negeri yang masuk ke Indonesia supaya tidak membunuh produk lokal.

“Saya kira ini suatu hal yang harus diapresiasi. Pihak Shopee sudah menutup 13 jenis produk dari luar negeri meliputi produk hijab, atasan dan bawahan muslim perempuan, atasan dan bawahan muslim laki-laki, mukena, muslim anak, kebaya, dan lainnya,” ujarnya.

Tentunya dengan penutupan 13 jenis kategori produk impor tersebut, potensinya cukup besar untuk penyelamatan produk UMKM hampir Rp 300 triliun per tahun. “Saya kira ini yang perlu di-protect sehingga mereka bisa bersaing,” imbuhnya.

Sejauh ini Kementerian Koperasi dan UKM telah berkoordinasi lintas Kementerian dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, KPPU, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta bersama para pelaku e-commerce yang bersangkutan.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah rapat koordinasi lintas Kementerian, Kemendag, Kemenkeu, KPPU, dan Kominfo, setra BPOM. Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan para pelaku e-commerce, karena saya yakin mereka punya komitmen,” ungkapnya.

Tak bisa dipungkiri, memang digitalisasi menjadi suatu keharusan bagi para pelaku usaha khususnya UMKM agar bisa go digital dan mengembangkan usahanya lebih luas lagi. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah nyata untuk mewujudkan UMKM Indonesia onboarding di platform digital.

“Digitaliasi UMKM tentunya menjadi prioritas bagi kita, dan kita harapkan makin banyak UMKM yang go online onboarding di platform digital dan saya kira akan memberikan keuntungan ekonomi bagi para pelaku UMKM kita,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel