Shroud beberkan kemampuan para agent dan senjata di Valorant

Verdi Hendrawan

Setelah menghabiskan seluruh akhir pekannya dengan memainkan game Valorant, streamer yang juga merupakan eks pemain profesional Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO), Michael “Shroud” Grzesiek, mencoba untuk mengungkap kemampuan dari setiap Agent (sebutan untuk karakter yang ada di Valorant) beserta senjata-senjata yang ada di game FPS baru tersebut.

Hal ini coba diungkapkan oleh Shroud dengan mengunggah dua video berbeda tentang Valorant. Pada video pertama, Shroud menjelaskan semua kemampuan 10 agen yang ada di daftar Valorant saat ini.

Dalam video tersebut, Shroud pun mengungkapkan bahwa karakter favoritnya adalah Omen. Selain estetika karakter yang keren, kemampuan unik Omen menjanjikan mobilitas yang besar serta opsi utilitas luar biasa untuk membantu tim meraih kemenangan.

Sementara pada video kedua, Shroud mencoba membongkar kemampuan beberapa senjata, armor, serta sistem ekonomi di Valorant. Shroud juga menjelaskan bahwa dia tidak suka dengan opsi untuk bisa memiliki dua armor dengan tipe berbeda.

“Saya tidak suka dengan berapa inkonsistensi yang diciptakan antara semua armor dan tidak tahu berapa banyak peluru yang dibutuhkan untuk menghabisi lawan,” kata Shroud.

Sementara dalam hal senjata, Shroud menyebut Phantom sebagai favoritnya karena sangat mirip dengan M4A1 silenced rifle di CS:GO.

Terakhir, Shroud menjelaskan bahwa fitur kemampuan adalah yang paling unik di Valorant. Jika pemain telah memilih untuk membeli kemampuan tersebut dan tereliminasi sebelum menggunakannya, maka kemampuan tersebut masih bisa digunakan pada ronde berikutnya. “Hal ini dapat menciptakan gameplay yang luar biasa, baik di kompetitif dan casual,” kata Shroud.

Setelah memainkan closed beta dari Valorant ini, Shroud pun menyatakan bahwa dia sangat menyukai game FPS baru garapan Riot Games ini dengan melontarkan pujian setinggi langit. “Ini adalah salah satu game terbaik yang pernah saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya.

BACA JUGA: Bukti bahwa player CS:GO tak perlu banyak beradaptasi dalam menembak di Valorant