Si jago merah bakar ribuan kios dan los di Pasar Purworejo

MERDEKA.COM. Pasar terbesar di Purworejo tepatnya terletak di Dusun Baledono, Desa Baledono, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terbakar. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun, akibat kebakaran diperkirakan kerugian mencapai ratusan miliar karena ribuan kios dan los ludes terbakar.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, api pertama kali berasal dari lantai dua di bagian sayap selatan pasar. Sebelum muncul kobaran api, muncul kepulan asap tebal membumbung tinggi kemudian api mulai membesar sekitar pukul 00.00 WIB.

Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo yang mendapat laporan, segera menuju ke lokasi. Sayang, upaya pemadaman yang dilakukan mengalami kendala karena di sekitar pasar sudah dipenuhi oleh masyarakat yang melihat langsung kejadian tersebut.

Minimnya peralatan juga membuat proses pemadaman mengalami kesulitan. Pasalnya, dua mobil pemadam yang diterjunkan tidak mampu menguasai si jago merah yang mengamuk dan terus membakar seluruh bangunan pasar.

Untuk membantu proses pemadaman, Pemkab Purworejo segera meminta bantuan mobil Damkar dari Kabupaten Kulonprogo, Magelang, dan Kebumen. Selain itu, truk-truk tangki yang dimiliki DPU, PDAM, serta mobil damkar milik perusahaan setempat juga dikerahkan.

Proses pemadaman api dipantau Bupati Purworejo Mahsun Zain, yang turun langsung ke lokasi. Bupati mendatangi lokasi didampingi Sekda Pemkab Purworejo Tri Handoyo, Wakil Ketua DPRD M Abdullah, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Ade Adrian, Wakapolres Kompol Elfian, dan sejumlah pejabat terkait.

Beberapa pedagang yang datang ke lokasi kebakaran hanya bisa pasrah, menyaksikan kios dan losnya dilalap si jago merah. Hanya sebagian kecil pedagang yang bisa menyelamatkan barang daganganya, khususnya pedagang kasur dan pakaian di los bagian bawah sayap selatan.

Hingga berita ini diturunkan, api masih terus melalap bangunan pasar. Suara ledakan berkali-kali terdengar. Diduga ledakan itu berasal dari gas elpiji yang terbakar. Sejumlah tembok sudah roboh. Belum ada tanda-tanda api akan padam.

"Kami akan segera membentuk tim khusus penanganan kebakaran Pasar Baledono. Besok akan segera kami rapatkan. Ini bencana yang kita semua tidak mengharapkan," kata Bupati Purworejo Mahsun Zain di lokasi kebaran, Purworejo, Minggu (28/7).

Mahsun menyatakan akan langsung membuat pasar darurat sebagai pengganti pasar dibangun sekitar tahun 1995 dan mulai ditempati tahun 1996 itu. Hanya saja, dalam rapat nanti akan ditentukan terlebih dahulu lokasi mana yang memungkinkan untuk dipilih, sebagai pasar darurat untuk menampung pedagang pasar berjumlah sekitar 1.500 pedagang itu.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.