Siaga 24 Jam, Polisi Paksa Pemudik Pakai Mobil Putar Balik

·Bacaan 3 menit

VIVA – Petugas Gabungan di Pintu Keluar Tol Malang, Madyopuro, Kota Malang mulai melakukan pemantauan arus mudik sejak Kamis, 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB hingga 17 Mei 2021 pukul 00.00 WIB mendatang. Kendaraan dengan nomor polisi luar Malang menjadi incaran petugas.

Petugas gabungan yang disiagakan terdiri dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan BPBD Kota Malang. Selain mengecek kendaraan untuk mengantisipasi kedatangan pemudik. Mereka juga menyiapkan ribuan rapid test antigen di pos pantau.

Kepala Pos Pengamanan Exit Tol Madyopuro Malang Ajun Komisaris Polisi Suwarno mengatakan, hingga Kamis malam total kendaraan yang diminta putar balik sebanyak 20 mobil. Puluhan mobil ini diminta keluar dari Kota Malang karena tidak dilengkapi surat-surat syarat untuk perjalanan. Seperti surat tugas bila sedang bekerja dan surat bukti non reaktif berdasarkan hasil rapid test.

"Sampai malam ini sudah 20 mobil di exit tol yang diminta putar balik. Kebanyakan adalah pelat nomor polisi luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Lamongan dan Lumajang. Karena sudah jelas ada larangan mudik lebaran tahun ini," kata Suwarno, Kamis, 6 Mei 2021.

Suwarno mengatakan, petugas gabungan siaga penuh dalam pengamanan arus mudik 2021. Mereka dibagi dalam 3 shift masing-masing bertugas 8 jam sehari hingga batas larangan mudik berakhir.

Pun, beberapa kendaraan bernopol Malang yang datang dari luar kota juga tidak luput dari pemeriksaan. Seperti cek suhu tubuh hingga rapid test antigen secara acak.

"Kami tidak ingin kecolongan pemudik. Termasuk truk besar kita periksa detail takutnya di dalam bak tertutup itu justru mengangkut penumpang. Hingga petang tadi 5 orang kita lakukan rapid test semuanya hasilnya non reaktif," ujar Suwarno.

Suwarno mengatakan, kendaraan yang dapat melintas masuk ke wilayah Kota Malang adalah kendaraan yang berasal dari wilayah Rayon 2 di Jawa Timur. Meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.

"Kalau memang karyawan, kami meminta surat jalan dari perusahaannya atau dari kelurahan. Lalu, kalau dari ASN TNI, Polri harus ada surat izin dari satuan masing-masing pimpinan dengan disertai stempel basah," tutur Suwarno.

Rapid Antigen

Dinas Kesehatan Kota Malang bersama Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang dan Dinas Perhubungan terus memantau pergerakan pemudik yang nekat masuk wilayah ini. Mereka mendirikan pos pantau dan penyekatan di pintu keluar Tol Malang, Madyopuro, Kota Malang sejak Kamis, 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bila pemudik nekat datang ke Malang dan terjaring operasi penyekatan maka langsung dilakukan rapid test antigen. Mereka telah menyediakan 1.600 rapid test antigen untuk para pemudik di pos pengamanan Exit Tol Madyopuro.

"Sementara ini sebanyak 1.600 rapid tes antigen dan ditempatkan di pospam Exit Tol Madyopuro. Nanti keluar kota tanpa surat hasil rapid tes antigen, harus berhenti dulu untuk melakukan tes di Pos pengamanan," kata Husnul, Kamis, 6 Mei 2021.

Husnul mengatakan, penyekatan para pemudik merupakan langkah antisipasi Pemerintah Kota Malang dalam mencegah penyebaran COVID-19. Bagi para pemudik yang terbukti hasil rapid test antigen reaktif akan langsung di-swab. Jika hasilnya positif COVID-19 langsung di karantina di Safe House, Jalan Kawi, Kota Malang.

"Kalau hasilnya positif maka langsung kita kirim ke Safe House di Jalan Kawi. Di awal-awal ini secara acak dulu. Tapi ke depan seluruh pengendara yang tidak bawa bukti hasil rapid test non reaktif akan kita langsung rapid test di Pospam," ujar Husnul.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel