Siaga Satu Lawan KKB, Polri Tambah Personel di Maybrat Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri siap menambah personel memperkuat operasi Satgas Damai Cartenz mengatasi serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Maybrat, Papua Barat Daya. Polri siap mengerahkan personel tambahan menyusul status siaga satu di Maybrat akibat teror KKB.

"Pasukan Satgas Damai Cartenz dan pasukan Polda yang laksanakan penegakan hukum," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, dikutip Jumat (30/12).

Dedi menegaskan Polri siap membantu apabila Polda Papua Barat menyatakan butuh bantuan untuk mengatasi teror KKB.

"Apabila Polda Papua perlu penebalan tentunya Mabes akan back up," kata dia.

Siaga Satu KKB di Maybrat

Sebelumnya Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel T.M. Silitonga memerintahkan penangkapan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masih menebar teror terhadap warga sipil di Maybrat, Papua Barat Daya, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Daniel mengemukakan hal itu di Manokwari, Rabu (28/12) malam, ketika mengarahkan personel Polri di jajaran agar tidak lengah menghadapi teror KKB terhadap warga sipil.

Selain itu, Daniel mengatakan, peningkatan status siaga di wilayah yang terendus teror bohong KKB.

"Kami siaga satu hadapi KKB di Maybrat. Intinya para penjahat itu harus ditangkap hidup atau mati," ujar dia.

Dia mengatakan bahwa personel Polri dan TNI telah menguasai daerah Maybrat yang sebelumnya KKB mengklaim telah menduduki daerah itu.

"Sampai saat ini Maybrat dalam situasi kondusif. Polri dan TNI melakukan evaluasi berkala bersama Pemkab Maybrat sehingga kami memastikan video yang beredar tentang KKB menguasai Distrik Kmurkek itu tidak benar," kata dia.

Dia menambahkan bahwa patroli rutin dan terukur oleh Polri dan TNI untuk memastikan kondusivitas Maybrat secara menyeluruh.

"Kalau video pengakuan menguasai Kmurkek pada malam Natal, itu tidak benar. Bisa saja karena gelap mereka mengaku dengan membuat video. Akan tetapi, pukul 06.00 semua personel memastikan kondisi di sana aman," tandasnya, dikutip Antara.

Diketahui bahwa KKB yang masih bersarang di wilayah Maybrat hingga Bintuni Papua Barat masih menebar teror terhadap warga sipil dan aparat keamanan.

Polisi telah menyebar identitas sejumlah anggota KKB yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam rangkaian serangan terhadap pos militer maupun warga sipil pekerja jalan. [gil]