Siang Ditelepon Jenderal TNI Hendro, Malam Mayjen Tomo Sudah Meninggal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kamis 22 Juli 2021 dunia militer Nusantara kehilangan salah satu tokoh sesepuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Beliau adalah Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Sudiyotomo Wignyo Atmojo.

Mayjen TNI (Purn) Sudiyotomo meninggal dunia karena sakit di kediamannya di Kompleks Hankam, Cibubur, Jakarta Timur.

Kepergian Mayjen TNI Tomo merupakan duka terdalam bagi tokoh intelijen Indonesia, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. Sebab almarhum adalah sahabat sejati Jenderal TNI Hendro sejak masih sama-sama menempuh pendidikan di Akademi Militer (AKMIL) 1967.

Dalam sebuah rekaman video yang disiarkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Instgramnya, Jenderal TNI Hendro mencurahkan perasaan dan isi hatinya atas meninggalnya Mayjen TNI Tomo.

Dilansir VIVA Militer, Senin 26 Juli 2020, menurut Jenderal TNI Hendro, kabar meninggalnya Mayjen TNI Tomo didapatkannya dari istri almarhum.

Dan ketika itu jenderal TNI berdarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini masih tak percaya dan sangat-sangat terkejut saat istri Mayjen TNI Tomo mengatakan almarhum sudah tak bernapas lagi. Karena kata Jenderal TNI Hendro, walau sudah berusia lanjut, Mayjen TNI Tomo masih sehat dan bergairah.

Menurut Jenderal TNI Hendro, dirinya merasa bagai disambar petir mendapatkan kabar duka itu. Sebab, beberapa jam sebelumnya atau pada siang harinya almarhum sempat dihubungi Jenderal TNI Hendro dan keduanya melakukan komunikasi melalui video call.

Berikut keterangan Jenderal TNI Hendro dalam rekaman video mengungkapkan isi hatinya atas meninggalnya Mayjen TNI Sudiyotomo.

Saya tak kuasa menahan kesedihan yang perasaan yang gundah gulana begini, saya ingat dan terngiang-ngiang suara kamu, yang ceria penuh canda, senda gurau, kamu nyanyi, teriak-teriak sangat menyenangkan, sungguh berat sekali hati saya. Kamu tinggal di saat kita sedang dalam puncak kehangatan sebagai sahabat.

Saya minta maaf kalau ada hal-hal yang mungkin kamu kurang senang dari saya, saya belum sempat minta maaf. Hari itu siang kamu masih video call sama saya, tau-tau malam kamu enggak ada lagi.

Selamat jalan sahabat ku Sudiyotomo. Selamat jalan Tom, sampai kita bertemu lagi di alam baka,”.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel