Siang Ini, Komnas HAM Periksa ART dan Ajudan Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal kembali memeriksa sejumlah pihak terkait pengusutan baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Kali ini, pemeriksaan ditujukan kepada satu ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Ajudan dan asisten rumah tangga FS (bakal diperiksa hari ini)," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat dikonfirmasi, Senin (1/8).

Beka menyebut, ajudan dan ART Ferdy Sambo ini dijadwalkan untuk hadir di Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Siang ini. Tunggu aja," singkat Beka.

Adapun rencana lain dalam pekan ini, Komnas HAM juga bakal mendalami hasil uji balistik untuk mengetahui senjata yang dipakai saat baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J.

"Kedua soal balistik forensik, soal peluru, dan sebagainya kami akan minta keterangan itu. Terus belum meneruskan soal Hp, terus yang lain itu hasil autopsi, kami harus nunggu tim gabungan, empat sampai delapan minggu lagi, tim forensik akan dipanggil," ucapnya.

Fakta Ditemukan

Sejak sepekan lalu (25/7), Komnas HAM telah merampungkan sejumlah pemeriksaan dan mendapatkan beberapa fakta. Mulai dari Tim Forensik Polri yang dipimpin Kapusdokkes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana guna mendalami hasil autopsi jasad Brigadir J.

Dalam pemeriksaan ini didapatkan salah satu bukti terkait insiden baku tembak Brigadir J dengan Bharada E. Salah satunya, soal karakteristik luka tembak yang berasal dari jarak dekat.

"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda- beda. Itu dari hasil pendalaman kami," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada wartawan, Selasa (26/7).

Selanjutnya, Komnas HAM juga telah memeriksa enam dari tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo pada Selasa (26/7) termasuk Bharada E. Sosok utama yang diduga terlibat dalam baku tembak.

Dari hasil pemeriksaan para ajudan, Komnas HAM telah menemukan bukti jika Brigadir J masih hidup ketika tiba di Jakarta pada hari sebelum insiden baku tembak, Jumat (8/7).

"Forum tertawa-tawa itu forum antara ADC (ajudan) ya, sebelum kematian, lokasinya di Jakarta," kata Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, Rabu (27/7).

Hal itu senada dengan bukti yang diserahkan Tim Siber Bareskrim Polri dari hasil rekaman CCTV serta data dokumen digital menunjukkan kalau Brigadir J masih hidup usai perjalanan dinas dari Magelang-Jakarta.

Temuan itu diperkuat dari hasil pemeriksaan dengan tim Siber Bareskrim Polri, dengan telah diperlihatkannya rekaman CCTV yang menampilkan Istri Ferdy Sambo, Bharada E, sampai Brigadir J yang sedang mengikuti tes kesehatan PCR di salah satu rumah di Komplek Perumahan Polri.

Selain CCTV, dari Tim Siber juga telah memberikan data jejaring komunikasi guna menjelaskan titik lokasi di sekitar rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo ketika Jumat (8/7) lalu.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan printnya," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat jumpa pers, Rabu (27/7).

Cell dump merupakan data mentah buangan ponsel yang diterima Komnas HAM dari Siber Bareskrim Polri sebagai data dokumen digital. Yang diperoleh dari Base Transceiver Station atau disingkat BTS di empat titik lokasi sekitar Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore.

"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," ucapnya.

Update Kasus

Sekadar informasi, kasus baku tembak Brigadir J dan Bharada E terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB. Baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Saat ini, kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri.

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Ketiga kasus ini telah dinyatakan naik penyidikan. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel