AS siap berikan Sudan imunitas atas serangan di masa lalu

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Anggota parlemen AS pada Senin siap mendukung legislasi yang memberi Sudan kekebalan hukum atas serangan-serangan di masa lalu, langkah terakhir dalam kesepakatan bersejarah yang mencoret Khartoum dari daftar hitam negara sponsor terorisme milik Washington.

UU tersebut akan mengembalikan kekebalan kedaulatan Sudan dengan pengecualian litigasi yang sudah menunggu di pengadilan federal AS terkait dengan serangan 11 September 2001, seperti diumumkan oleh Senator Demokrat Bob Menedez dan Chuck Schumer melalui pernyataan.

Legislasi itu merupakan bagian dari RUU omnibus besar-besaran untuk mendanai pemerintah di tahun mendatang, yang juga akan mencakup paket bantuan baru untuk membantu jutaan orang Amerika dan bisnis yang babak belur akibat pandemi.

Anggota parlemen berencana mengesahkan UU tersebut pada Senin.

AS mencoret Sudan dari daftar hitam negara sponsor terorisme pekan lalu, kurang dari dua bulan setelah negara Arab itu berjanji akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Langkah tersebut membuka jalan untuk bantuan, keringanan utang, dan investasi ke negara yang mengalami transisi politik yang kompleks dan yang sedang berjuang di bawah krisis ekonomi akut, hyang diperparah oleh pandemi COVID-19.

Berdasarkan kesepakatan, Sudan setuju untuk membayar kompensasi sebesar 335 juta dolar AS kepada para penyintas dan keluarga korban serangan al-Qaeda tahun 1998 di kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania, dan serangan tahun 2000 oleh kelompok ekstremis di USS Cole di lepas pantai Yaman. .

Serangan itu diluncurkan setelah diktator Omar al-Bashir mengizinkan suaka pemimpin al-Qaeda Osama Bin Laden di Sudan.

Adopsi legislasi tersebut merupakan sebuah kunci, langkah terakhir untuk membuka blokir dana, yang telah dimasukkan Sudan ke dalam rekening escrow.

Schumer dan Menendez, yang masing-masing mewakili Negara Bagian New York dan tetangganya New Jersey, ingin memastikan bahasa yang tidak akan menghalangi hak para korban 9/11 atau keluarga mereka untuk menuntut Sudan atas perannya di masa lalu sebagai pendukung al-Qaeda.

Pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menyerahkan kekuasaan kepada Joe Biden pada Januari mendatang, mendorong kesimpulan sebagian untuk menunjukkan dukungannya terhadap transisi Sudan dua tahun setelah pemberontakan yang mengakhiri kekuasaan Bashir.

Gedung Putih Trump juga berencana menghapus isu apa pun yang dapat meragukan janji bersejarah Khartoum untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sudan baru-baru ini memperingatkan bahwa penundaan Kongres AS mengenai kekebalannya dapat memperlambat penerapan kesepakatan Israel.

Undang-undang di hadapan Kongres AS tersebut juga memberi Sudan bantuan sebesar 700 juta dolar AS, dan tambahan 120 juta dolar AS untuk pengembalian utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF).