Siap Dibuka, Pusat Rehabilitasi Elang Jawa di Malang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang berencana membuka pusat rehabilitasi elang jawa (Nisaetus bartelsi) sebagai upaya melestarikan satwa tersebut.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, daerahnya memiliki potensi untuk dibukanya pusat rehabilitasi elang jawa. Pusat rehabilitasi tersebut akan menjadi yang pertama di Jawa Timur.

"Menurut kami, Kabupaten Malang memang tepat untuk tempat konservasi atau rehabilitasi khusus elang jawa," katanya, Jumat (29/10/2021), dikutip dari Antara.

Didik menjelaskan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang masuk di wilayah Kabupaten Malang merupakan salah satu area yang cocok untuk pembukaan pusat rehabilitasi elang jawa.

Menurutnya, usai pembicaraan dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno ada kesepakatan terkait rencana pembukaan pusat rehabilitasi elang jawa.

"Karena kita punya kawasan Bromo Tengger Semeru, (lokasinya) di antara ini. Ada beberapa titik yang masih bisa dikerjakan, kami (bersama Dirjen KSDAE) sepakat itu," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bisa untuk Burung Lainnya

Pelepasliaran elang jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (dok.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Pelepasliaran elang jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (dok.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Bupati Malang M Sanusi. Dia sangat berharap rencana untuk membuka pusat rehabilitasi elang jawa bisa terealisasi.

"Kami akan bekerja sama, dan hal ini harus saya laporkan ke bupati, agar bisa ditindaklanjuti. Kalau memang bisa, ini luar biasa," ujarnya.

Jika pusat rehabilitasi elang jawa di Kabupaten Malang tersebut terealisasi, nantinya diharapkan juga bisa dimanfaatkan untuk rehabilitasi burung-burung lain yang ada di kawasan TNBTS. Kawasan TNBTS, memiliki kurang lebih sebanyak 200 spesies burung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel