Siap ke Papua, 2 Jenderal TNI Utusan KSAD Datangi Markas Pasukan Setan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda yang mendapatkan julukan Pasukan Setan TNI Angkatan Darat hingga saat ini terus mematangkan persiapan sebelum berangkat ke daerah operasi Papua.

Pasukan elite TNI Angkatan Darat yang berada di bawah komando Korem 061/Suryakancana Kodam III/Siliwangi itu kembali mendapatkan kunjungan dari dua jenderal TNI Angkatan Darat utusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dua jenderal TNI yang mendatangi markas Pasukan Setan di Gunung Batu, Bogor itu adalah Waasops Kasad Brigjen TNI Reza Fahlevi dan Waaspers Kasad Bidang Pembinaan Personel Brigjen TNI Hadi Basuki.

Kedua jenderal TNI Angkatan Darat itu datang ke Markas Komando Yonif 315/Garuda disambut secara langsung oleh Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Ahmad Fauzi, serta 400 personel Pasukan Setan yang siap tempur menjalankan operasi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) di Papua.

Kehadiran dua jenderal utusan Jenderal TNI Andika itu tentunya memiliki makna tersendiri untuk mematangkan persiapan Pasukan Setan dalam menjalankan tugas di medan laga. Selain mengecek kesiapan persenjataan pasukan, kehadiran dua jenderal TNI AD itu juga memompa semangat juang 400 personel Pasukan Setan sebelum masuk ke daerah rawan Papua.

Waaspers Kasad Bidang Pembinaan Personel Brigjen TNI Hadi Basuki menyatakan, tidak semua batalyon mendapatkan kesempatan untuk menjalankan tugas operasi sebagai Satgas Pamrahwan. Oleh karena itu, tugas operasi yang akan diemban oleh Yonif 315/Garuda merupakan suatu kebanggaan serta kehormatan yang harus dijaga oleh seluruh personel Batalyon Infanteri 315/Garuda.

"Maka siapapun yang mendapatkan kesempatan tersebut tentunya harus menjaga nama Baik TNI AD, termasuk Batalyon 315/Garuda juga harus menjaga nama baik TNI AD, terutama nama baik Batalyon, yaitu melaksanakan tugas dengan baik dan benar," kata Waaspers Kasad Brigjen TNI Hadi Basuki dalam keterangan resminya, Jum'at, 21 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Hadi juga mengingatkan kepada seluruh personel Yonif 315/Garuda untuk tetap menjaga soliditas satuan serta mengedepankan kewaspadaan selama bertugas di daerah rawan Papua.

"Jagalah kekompakan dan kewaspadaan didaerah Tugas Daerah Rawan Papua, jangan melakukan pelanggaran ingatlah bahwa keluarga kita anak istri dan orang tua kita menunggu di Rumah. Dan jangan beranggapan bahwa yang tidak berangkat tugas lebih enak dari kalian, karena mereka pun juga sama, mereka tetap mempunyai tanggung jawab," ujarnya.

"Yang terakhir saya sampaikan, bahwa Danyon yang saat ini ditunjuk oleh Pimpinan harus siap Berangkat. Dan dilokasi tugas dibutuhkan soliditas antara Danyon dengan anggota dan staf, sehingga penugasan ke daerah operasi dapat memperoleh misi yang sama, yaitu berhasil dalam tugas dapat berjalan dengan lancar dan aman. Jadi diperlukan Loyalitas dari anggota kepada Danyonnya," tambahnya dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan yang sama, Waasops Kasad Brigjen TNI Reza Fahlevi kembali menegaskan, kekompakan serta soliditas antara Komandan Satuan dengan pasukan harus benar-benar terjaga. Hal itu sangat penting untuk menyamakan frekuensi dalam komunikasi ketika menjalankan tugas di lapangan. Dia menekankan, pasukan Yonif 315/Garuda yang berangkat dalam operasi sebanyak 400 personel, maka harus pulang dengan selamat sebanyak 400 personel.

"Saya ingatkan sekali lagi bahwa di daerah operasi jangan lengah dan harus tetap Waspada. Di daerah operasi apalagi pos-pos yang akan ditempati Batalyon 315/Garuda adalah daerah merah dan rawan. Saya ingatkan kembali apabila ada perintah bukan dari yang berhak memerintahkan, kamu sekalian tidak perlu melaksanakan perintahnya, semua belajar dari kegagalan yang dialami satuan lain," kata Brigjen TNI Reza.

Dalam kesempatan itu Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Ahmad Fauzi juga mengingatkan kepada seluruh Komanda Pos (Danpos) agar senantiasa menjaga seluruh anak buahnya di pos masing-masing. Danpos bertanggungjawab penuh terhadap personel di pos-pos nya masing-masing.

"Kepada semua Danpos agar tidak salah mengambil tindakan dalam memerintah anggotanya, dan jangan mencoba untuk mempunyai pikiran yang aneh-aneh untuk mencari keuntungan. Sehingga membawa dampak menjadi korban akibat dari tidak disiplin. Oleh sebab itu sekali lagi saya ingatkan jangan lengah dan jangan sekali-kali datangi tempat-tempat yang dilarang, dan tempat lainnya yang tidak penting. Tetap Waspada dan jangan lengah, semoga kita selamat dan berhasil dalam tugas operasi," tutup Danrem.