Siap Sekolah Tatap Muka, Pakar: Kalau Bisa Semua Guru Tes PCR Dulu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Persiapan sebelum membuka sekolah tatap muka, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bidang Ilmu Kesehatan Anak, Soedjatmiko mengatakan, kalau bisa semua guru menjalani tes PCR terlebih dulu.

Vaksinasi COVID-19 bisa melindungi guru, namun jika terinfeksi COVID-19, terlebih lagi bila jumlah virus Sars-CoV-2-nya banyak masih bisa menularkan virus Corona kepada para murid.

"Kalau bisa semua guru PCR dulu, yang positif COVID-19 dikarantina. Guru dan murid yang demam, batuk, pilek, diare, berobat dulu, istirahat 3-5 hari," jelas Soedjatmiko di Jakarta sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, Senin, 3 Mei 2021.

Yang lebih penting juga, lanjut Soedjatmiko, syarat utama sekolah tatap muka adalah kasus baru terkonfirmasi COVID-19 dan kematian di wilayah yang bersangkutan harus turun terus menerus selama dua pekan atau lebih.

"Lebih baik jika tidak ada kasus baru. Kalau masih fluktuatif tunda dulu," lanjutnya.

Kesiapan Sarana Sekolah, Disinfektan hingga Pembatasan Tali Kursi

Petugas sedang membersihkan jendela di SMKN 51, Jakarta, Rabu (7/4/2021). SMKN 51 melakukan uji coba masuk sekolah dan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) dengan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas sedang membersihkan jendela di SMKN 51, Jakarta, Rabu (7/4/2021). SMKN 51 melakukan uji coba masuk sekolah dan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) dengan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelum sekolah dibuka, Soedjatmiko menambahkan, Komite Sekolah harus mengecek kesiapan para guru dan sarana di sekolah, antara lain, disinfektan meja kursi pintu dinding, wastafel dengan air mengalir dan sabun.

Kemudian pengaturan tugas guru mengatur murid-murid ketika datang atau pulang tidak saling bermain. Persiapan lainnya adalah pengaturan jumlah, jarak, dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat di dalam kelas.

"Mungkin perlu juga pembatasan dengan tali antara kursi untuk kelas 1 dan 2 SD, supaya anak tidak berjalan-jalan saling mendekat di dalam kelas," tambah Soedjatmiko, yang juga Sekretaris Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kalau sekolah belum siap, sebaiknya sekolah (tatap muka) ditunda dulu."

Infografis Uji Coba Belajar Tatap Muka Sekolah di Jakarta

Infografis Uji Coba Belajar Tatap Muka Sekolah di Jakarta. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Uji Coba Belajar Tatap Muka Sekolah di Jakarta. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Pilihan Berikut Ini: