Siap-siap Bayar Parkir Mahal di Jakarta

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI kembali memperketat aturan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta. Setelah dahulu ada jalur 3 in 1 dan kini digantikan oleh kawasan ganjil genap, muncul aturan baru mengenai tarif parkir.

Dalam Peraturan Gubernur DKI nomor 66 tahun 2020 yang berlaku mulai Januari tahun ini, disebutkan bahwa para pengguna kendaraan pribadi yang tidak memenuhi ketentuan harus membayar tarif parkir tertinggi.

Hal itu juga terus disosialisasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI, melalui akun Instagram mereka yang dilansir VIVA Otomotif pada Rabu 10 Maret 2021.

Aturan yang dimaksud, yakni setiap kendaraan bermotor yang usia pakainya sejak dibeli dari kondisi baru sudah lebih dari tiga tahun wajib menjalani uji emisi.

“Para pemilik kendaraan bermotor di DKI Jakarta diwajibkan untuk uji emisi gas buang. Jika Tidak, siap-siap bayar parkir dengan tarif maksimal,” tulis akun @dinaslhdki.

Tak hanya saat berada di area parkir, mobil dan motor yang belum menjalani uji emisi juga bisa dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal 285 dan 286, disebutkan bahwa pemilik kendaraan yang tidak lulus uji emisi terancam denda maksimal Rp250 ribu untuk motor dan maksimal Rp500 ribu untuk mobil.

Khusus untuk area parkir, nantinya sistem penagihan akan terintegrasi dengan data kendaraan yang sudah lulus uji emisi. Jadi, pada struk akan tertera status mobil atau motor tersebut.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada tiga tempat parkir yang sudah menerapkan sistem tersebut. Yakni di Parkir IRTI Monas, Parkir Samsat Daan Mogot dan Parkir gedung Blok M.