Siap-Siap, Kepala Daerah Sudah Diminta untuk Naikkan Harga Gas Elpiji 3 Kg

Merdeka.com - Merdeka.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) meminta sejumlah kepala daerah untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg. Salah satunya ke Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun demikian, pemerintah setempat menyatakan belum merespon usulan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tersebut.

"Sampai saat ini, kami belum merespon usulan kenaikan HET elpiji 3 kilogram yang disampaikan Hiswana Migas," kata Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Karawang, Sari Nurmiasih dikutip dari Antara Karawang, Selasa (8/11).

Sari Nurmiasih menyampaikan, ada sejumlah alasan pihaknya belum merespon usulan Hiswana Migas yang telah disampaikan beberapa bulan lalu itu. Lagi pula, pihaknya perlu melakukan kajian secara mendalam untuk menanggapi usulan kenaikan HET elpiji 3 kilogram bersubsidi tersebut.

Menurut dia, usulan tersebut disampaikan beberapa bulan lalu, saat baru terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak dan saat kondisi masih dalam pandemi. "Ketika itu, kondisi ekonomi belum benar-benar pulih, dan baru beranjak naik. Jadi pemkab tidak merespon usulan itu," kata Sari.

Namun dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan berupaya merespon usulan itu, dengan melakukan evaluasi HET elpiji 3 kilogram bersubsidi. "Ke depan, kami juga berharap agar ada ketentuan yang tegas tentang wilayah tanggung jawab penyaluran agen elpiji 3 kilogram, agar lebih tertib lagi," kata Sari.

Informasi yang dihimpun, saat ini HET elpiji 3 kilogram di Karawang mencapai Rp16.000 per tabung. Namun di tingkat eceran, elpiji bersubsidi itu dijual dengan harga Rp25.000 - Rp28.000 per tabung. Kondisi itu terjadi karena ketentuan HET itu hanya berlaku di penjualan tingkat agen.

Daerah Lain

Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Achmad Fikry belum lama ini menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel), di Aula Rakat Mufakat Setda HSS.

Kedatangan rombongan ini, selain silaturrahmi juga audiensi menyampaikan permohonan dari agen-agen LPG 3 Kg wilayah penyaluran HSS dalam penyesuaian kembali terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg yang telah di keluarkan Gubernur Kalsel.

“Atas dasar beberapa pertimbangan dengan ini kami dari Hiswana Migas Kalsel mengusulkan HET untuk LPG 3 Kg disesuaikan, menjadi Rp20.000 per tabung,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Hiswana Migas Kalsel, Hj. Syarifah Rugayah dikutip dari Antara.

Dijelaskan dia, beberapa pertimbangan tersebut, antara lain Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0385/KUM/2022 tanggal 19 April 2022, resmi melakukan penyesuian HET LPG 3 Kg sebesar Rp18.500 per tabung.

Aturan Harga Elpiji 3 Kg

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, pemda memang punya hak untuk mengatur harga LPG 3 kg. Kendati begitu, Pertamina melihat saat ini bukan waktu yang pas untuk mengerek HET tabung gas tersebut.

Adapun kewenangan pemda mengatur HET LPG 3 kg diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009, tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas.

Pasal 24 ayat (4) Permen tersebut menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) berhak menetapkan harga eceran tertinggi LPG tertentu untuk pengguna LPG tertentu pada titik serah di sub penyalur LPG tertentu.

Dengan catatan, pemerintah daerah perlu memperhatikan kondisi daerah, daya beli masyarakat, marjin yang wajar, serta sarana dan fasilitas penyediaan dan pendistribusian LPG sebelum menaikan harga tabung gas tersebut. [idr]