Siap-siap, Menteri Sandi dan PHRI Bakal Siapkan Diskon Paket Wisata

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan program diskon paket wisata, yang akan diberlakukan di kawasan-kawasan wisata di Tanah Air.

Hal itu diutarakan Sandiaga saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) I 2021, yang digelar secara daring dan luring hari ini.

"Jadi diskon wisata ini salah satu yang kami lagi pertimbangkan," kata Sandiaga dalam telekonferensi di Rakernas PHRI, Kamis 18 Maret 2021.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengaku bahwa pihaknya sudah siap jika program diskon wisata bisa benar-benar berjalan, demi menggerakkan pariwisata lokal supaya mampu pulih kembali.

"Di mana pada waktu yang lalu kami juga sudah cukup matang dengan teman-teman di Kemenparekraf, untuk membahas bagaimana menggerakkan pariwisata lokal agar bisa berjalan, yaitu dengan memberikan diskon wisata," kata Hariyadi.

Dia menjelaskan, nantinya pengalokasian diskon wisata ini akan dibagi dua, di mana dari diskon ini sebagiannya akan diberikan langsung kepada para traveler atau wisatawannya. "Dan sebagian lagi dibagi antara (pihak) airlines dan hotelnya," ujar Hariyadi.

Selain itu, terkait wacana pembukaan kembali pariwisata di Bali melalui program Free Covid Corridor, Hariyadi menegaskan bahwa PHRI sangat mendukung adanya wacana tersebut.

Menurutnya, Free Covid Corridor harus dikoordinasikan dengan sejumlah negara, yang menjadi asal bagi para wisatawan mancanegara untuk berwisata ke Indonesia. Apabila negara-negara yang dimaksud itu setuju, maka Hariyadi menilai jika seharusnya program Free Covid Corridor ini bisa berjalan.

"Sepanjang negara yang kita ajak membuat Free Covid Corridor ini berkenan, mestinya tidak ada masalah. Buktinya kalau kita ke Amerika toh di sana juga sangat longgar sekali (aturan kepariwisataan di tengah kondisi pandemi COVID-19)," kata Hariyadi.

"Apabila ada pemikiran resiprokal, sebaiknya itu juga tidak menjadi hambatan. Karena akhirnya (program pariwisata) nanti tidak ada yang jalan. Karena (dalam hal pariwisata) kita itu lebih butuh mereka daripada mereka butuh kita," ujarnya.