Siap-siap Menyambut Teleskop Sapu Jagat

·Bacaan 2 menit

VIVATeleskop Luar Angkasa James Webb akan mulai beroperasi akhir 2021. Dengan teleskop ini orang akan bisa merekonstruksi apa yang terjadi miliaran tahun silam. Teleskop James Webb diklaim mampu melihat lebih jauh ke angkasa dibanding Hubble.

Cermin dinginnya berdiameter 6,5 meter dan terdiri dari 18 segemen yang dilapisi emas sangat tipis. Pakar astrofisika Dominika Wylezalek beserta timnya dari Institut Astrofisika Universitas Heidelberg di Jerman menjadi salah seorang yang pertama akan mengadakan penelitian dengan teleskop ini.

Baca: WhatsApp Lagi Siapkan Tameng Pelindung untuk Pengguna

Mereka segera akan memulai penelitian setelah teleskop baru itu mulai beroperasi. "Kalau mendalami astronomi, orang makin sadar bahwa apa yang kita lihat di langit dengan mata telanjang hanya bagian kecil saja dari apa yang ada di angkasa. Bulu kuduk saya berdiri setiap kali saya menyadarinya," kata dia, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Senin, 17 Mei 2021.

Wylezalek tertarik tentang lubang hitam (black hole) yang ada di pusat semua galaksi. Jika lubang hitam melahap materi, setelahnya pasti melepas angin radiasi yang kuat. Angin ini bisa mendorong pembentukan bintang-bintang di galaksi atau menghentikannya. Di bidang astrofika orang meneliti apa kaitan lubang hitam dengan galaksi.

"Kalau melihat perbedaan ukuran antara lubang hitam yang bermassa besar, dengan galaksi tempat ia berada, perbedaan ukurannya sangat besar," jelasnya. Seperti membandingkan uang koin dengan Bulan. Dalam fase pertumbuhannya, lubang hitam punya pengaruh sangat besar atas seluruh galaksi.

"Itulah yang ingin diketahui pakar astrofisika," papar Wylezalek. Teleskop baru James Webb akan membantu penelitian galaksi-galaksi, dan bisa memandang ke masa lalu sejauh 12 miliar tahun cahaya, ketika lubang hitam masih melahap lebih banyak lagi materi, dan menyebabkan angin radiasi lebih kencang lagi.

Bagaimana dampaknya atas lingkungan sekitarnya, akan dapat dilihat dari data-data yang dikumpulkan dengan bantuan teleskop. Dominika Wylezalek menjelaskan jika hal itu bukan data-data dua dimensi, dan bukan potongan gambar langit. Melainkan data tiga dimensi. Artinya, di balik setiap piksel terdapat spektrum waktu tertentu.

Akhir tahun ini teleskop baru itu akan memulai misinya. "Tanggalnya semakin dekat, mungkin saya akan mulai bermimpi. Sekarang saya selalu mimpi buruk, teleskopnya meledak," ujar Wylezalek, sambil tertawa.

Belum pernah sebelumnya, sebuah satelit dikirim dengan mengangkut begitu banyak benda. Untuk mempersiapkan teleskop hingga siap pakai akan perlu dua minggu, dan tidak boleh ada langkah salah. Setengah tahun setelah itu, teleskop akan siap untuk menyingkap rahasia alam semesta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel