Siap-Siap, Pembelian Solar Juga Bakal Dibatasi

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina Persero tidak hanya akan membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, namun jenis solar juga nantinya akan dibatasi konsumsinya. Saat ini, Pertamina tengah melakukan uji coba sistem dan infrastruktur pembatasan bensin bersubsidi.

"Kami sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (19/9).

Irto mengatakan, pengendalian volume BBM jenis Pertalite dan Solar ini juga akan berlaku bagi kendaraan roda empat ke atas. Hal ini dilakukan dalam rangka penyaluran subsidi tepat sasaran.

"Uji coba pengendalian pembelian pertalite bersifat sementara untuk uji coba sistem subsidi tepat," kata dia.

Terkait batas maksimal pembatasan konsumsi Solar bersubsidi sebenarnya sudah diatur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas Nomor 04/P3JBT/BPH MIGAS/KOM 2020 tentang Pengendalian Penyaluran Jenis BBM tertentu.

Dalam beleid tersebut jenis kendaraan pribadi kendaraan roda empat, pembelian maksimal per hari 60 liter. Untuk angkutan umum orang atau barang dengan kendaraan roda empat, maksimal 80 liter per hari. Sedangkan untuk angkutan umum orang atau barang dengan roda kendaraan 6 maksimal 200 liter per hari.

Sementara itu, terkait pembatasan penggunaan BBM bersubsidi berdasarkan jenis kendaraan masih belum diputuskan. Pertamina masih menunggu persetujuan dari pemerintah terkait revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

"Untuk pembatasan penggunaan BBM bersubsidi berdasarkan jenis kendaraan, Pertamina masih menunggu revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014," kata Irto.

Hal senada juga diungkapkan BPH Migas. Pihaknya masih menunggu penerbitan revisi Perpres yang sudah diajukan ke Presiden Joko Widodo. "Kami masih menunggu kapan terbit (revisi Perpres 191/2014)," kata Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman saat dikonfirmasi merdeka.com, Jakarta, Senin (19/9). [azz]