Siapa Gubernur Pilihan Anak Muda di Jawa Barat?  

TEMPO.CO, Bandung - Kalangan anak muda di Jawa Barat, yang baru pertama kali menjadi pemilih dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 nanti, menyatakan tetap selektif dan tidak galau dalam menentukan pilihan.

"Saya memang baru pertama kali memilih gubernur. Tetapi untuk Februari nanti saya tidak akan sembarang pilih," kata Citra Arista, runner up Mojang Jajaka Bandung Barat 2012.

Citra mengaku sudah punya satu nama dan mulai mencari informasi mengenai profil para calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk mencari tahu rekam jejaknya. "Biasanya visi-misi para calon itu tidak menjamin. Yang penting itu track record dan kiprah mereka di jabatan sebelumnya," kata mahasiswa jurusan Public Relations itu. "Setidaknya itu bisa menjamin bagaimana kerja para calon ke depannya."

Adapun Duta Bahasa Jabar Favorit 2012, Inten Puji Arianti, mengatakan dirinya juga sudah memilih satu nama calon yang terlihat berwibawa dibanding calon lainnya."Ada beberapa cagub-cawagub yang sering terlihat dan dikenal, tapi banyak cawagub yang saya juga tidak tahu," kata Inten.

Mojang berumur 17 tahun ini mengaku, seiring berjalannya waktu menuju pemilihan tahun depan, bisa saja pilihannya berubah. "Tergantung kampanyenya nanti," kata dia. Saat ini, sejumlah kandidat sudah mulai berkampanye merebut hati pemilik. Ada Rieke Diah Pitaloka dari PDIP, Dede Yusuf dari Demokrat dan Ahmad Heryawan dari PKS.

RISANTI

Berita terpopuler lainnya:

Andi Mallarangeng Terkenal Kikir  

Apa Untungnya Kalau Rhoma Irama Jadi Presiden

Bupati Aceng Nikahi Shinta, Pestanya Meriah 

Abraham Sebut Andi Mallarangeng Kesatria Bugis 

Gaya Mewah Djoko Susilo, Nunun, dan Miranda

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.