Siapa Pangeran Yordania Hamzah, yang dituduh Mengancam Negara

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan putra mahkota Yordania dituduh berusaha menggerakkan para kepala suku untuk melawan pemerintah. Pangeran Hamzah bin Hussein dituding bekerja dengan "entitas asing" untuk mengacaukan negara oleh Wakil Perdana Menteri Yordania Ayman Safadi.

Sang pangeran sebelumnya merilis dua video ke BBC, mengklaim bahwa dia ditempatkan dalam tahanan rumah. Dia membantah telah melakukan konspirasi, tetapi menuduh para pemimpin Yordania tidak mampu menjalankan pemerintahan dan melakukan korupsi.

"Kesejahteraan (Yordania) ditempatkan di urutan kedua oleh sistem pemerintahan yang telah memutuskan bahwa kepentingan pribadi, kepentingan keuangan, bahwa korupsi lebih penting daripada kehidupan dan martabat serta masa depan sepuluh juta orang yang tinggal di sini," katanya.

Enam belas orang, termasuk mantan penasihat Raja Abdullah, dan anggota keluarga kerajaan lainnya ditangkap pada hari Sabtu atas tuduhan mengancam keamanan.

Dalam videonya, Pangeran Hamzah, saudara tiri raja, berkata dia dilarang keluar rumah atau berkomunikasi dengan orang lain.

Langkah ini diambil pemerintah menyusul kunjungan sang pangeran ke sejumlah pemimpin suku, yang dikatakan telah memberikan dukungan.

Ibunya, Ratu Nur yang lahir di Amerika Serikat, berkata dia mendoakan anaknya, yang dia sebut sebagai korban tak bersalah dari "fitnah jahat".

Siapakah Pangeran Hamzah

Pangeran Hamzah bin Hussein lahir di Amman, Yordinia 29 Maret 1980. Dia adalah putra tertua dari Raja Hussein dan istri keempatnya, Ratu Nur.

Dia diangkat menjadi Putra Mahkota Yordania pada 1999, sebuah jabatan yang ia pegang sampai saudara tirinya, Raja Abdullah II, mencabut status itu pada 2004. Kemudian Raja Abdullah memberikan gelar putra mahkota kepada putranya sendiri.

Pangeran Hamzah, yang telah dipersiapkan oleh ibunya, Ratu Noor, untuk menggantikan mendiang ayahnya Raja Hussein, telah didorong ke dalam belantara politik sejak ia dipecat sebagai putra mahkota.

Pangeran Hamzah sebelumnya tidak dipandang sebagai ancaman besar bagi monarki Yordania dan telah terpinggirkan selama bertahun-tahun, tetapi tindakan melawannya merupakan insiden pertama yang melibatkan anggota dekat keluarga kerajaan sejak Raja Abdullah naik takhta.

Pihak berwenang menjadi makin prihatin dengan upayanya untuk membangun hubungan dengan tokoh-tokoh yang tidak puas dalam suku-suku yang digdaya.

Orang-orang yang dikenal sebagai kelompok Herak ini dalam beberapa pekan terakhir menyerukan protes terhadap korupsi di negara yang terkena dampak COVID-19 terhadap ekonomi, mendorong pengangguran ke tingkat tertinggi dan memperdalam kemiskinan. Pihak berwenang telah menindak beberapa demonstrasi, menahan lusinan orang.

Suku-suku yang mendominasi pasukan keamanan membentuk fondasi dukungan untuk monarki kerajaan dari trah Hasyim.