Siapa Saja yang Masih Wartawan Sampai Sekarang?

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 2 menit

VIVA - Dulu pernah ada buku SIAPA-SIAPA WARTAWAN JAKARTA (SSWJ), berisi daftar nama media dan nama wartawan anggota PWI. Buku tebal bak "kitab suci" ini diterbitkan oleh PWI Cabang Jakarta. Cetakan pertama Agustus 2003.

Penulis buku SSWJ ini adalah Ismet Rauf, Saleh Danny Adam, Riyanti D. Wahono. Sedang penyunting Marah Sakti Siregar. Alhamdulillah, saya punya bukunya karena saya juga ada di buku tersebut sebagai anggota PWI DKI Jakarta.

Sayangnya, buku seperti ini tidak diterbitkan lagi. Atau mungkin, bisa jadi, saya saja yang malah tidak tahu hehe...

Ini sekaligus mencoba menjawab pertanyaan dan kegalauan teman wartawan, Bang Damianus Marjono, di akun FB bang Tebe Adhi hari ini memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Ancol, Jakarta.

Kata Bang Damianus, "Ada pertanyaan sederhana. Adakah data berapa banyak orang Indonesia yang pernah menjadi anggota PWI dan masih menjadi anggota PWI, atau menjadi anggota lembaga kewartawanan yang diakui Dewan Pers?".

Menurut Bang Damianus, PWI sebagai pioner lembaga kewartawanan pertama selayaknya menjadi contoh tentang akurasi data. Mungkin sekarang menjadi anggota PWI relatif lebih mudah dibandingkan era 1970-an. "Pasti tidak ada istilah bersih lingkungan seperti dulu," katanya.

Terkait soal buku, seingat saya, PWI Pusat juga sering menerbitkan berbagai buku, berbagai genre, karya para wartawan seluruh Indonesia. Dari catatan perjalanan, reportase, kisah hidup, hingga karya fiksi novel dan kumpulan cerpen.

Buku-buku itu biasanya di-launching pada saat pembukaan HPN. Hampir setiap tahun digelar di setiap daerah/provinsi yang menjadi tuan rumah untuk lokasi acara.

Seperti HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 9 Februari 2020 silam. Panitia Tim Penulis Buku HPN 2020 PWI Pusat yang diketuai Prof Rajab Ritonga (Wartawan Senior LKBN Antara), juga menerbitkan buku. Salah satu dari sekian buku yang diterbitkan itu, adalah buku saya : "Lika-Liku Kisah Wartawan".

Untuk Hari Pers Nasional 2021 kali ini, sayangnya tidak diprogramkan lagi. "Tahun ini tidak ada, Pak Nur," kata Ibu Tati, mantan Sekertaris. Panitia TIm Buku HPN 2020.

Padahal saya sudah siapkan tiga buku lagi : "Wartawan Bangkotan" dan "Mati Ketawa Ala Netizen" serta "Menulis Sampai Tua". Rencana mau diikutkan seleksi, yang mana saja yang lolos.

Sayangnya, tidak ada penerbitan buku karya wartawan lagi tahun ini. Hanya itu saja sih. Terima kasih.

Selamat Hari Pers Nasional,
9 Februari 2021.

Salam...
Nur Terbit