Siapkah Hollywood menerima lagi Johnny Depp dan Amber Heard?

Setelah membeberkan kekerasan hingga rekaman argumen penuh makian dalam hubungan yang berakhir pahit, apakah Hollywood siap menerima kembali Johnny Depp atau Amber Heard?

Depp, bintang "Pirates of the Caribbean" menyatakan para juri di persidangan di Amerika Serikat telah mengembalikan hidupnya ketika kasus defamasi melawan Heard berpihak kepadanya.

Para juri mendukung tiga klaim dari pihak Depp bahwa Heard mencemarkan nama baiknya, dan harus memberi ganti rugi lebih dari 10 juta dolar AS. Sementara itu, Heard memenangi satu klaim bahwa pengacara Depp telah mencemarkan nama baiknya. Heard dinyatakan akan mendapatkan ganti rugi senilai 2 juta dolar AS.

Baca juga: Amber Heard menerima ancaman pembunuhan selama sidang defamasi

Persidangan yang berlangsung selama enam pekan ini harus dibayar mahal oleh Depp dan Heard karena detail pernikahan mereka yang penuh masalah mau tak mau dibeberkan ke hadapan publik, begitu juga barang bukti yang memalukan.

Kendati demikian, Depp diperkirakan akan mendapat tawaran peran dalam film setelah hukum memihaknya, kata editor senior Variety, Clayton Davis.

"Saya kira Johnny Depp akan bekerja lagi. Dia akan mendapatkan proyek besar," kata Davis setelah vonis diumumkan, menyebut Hollywood menawarkan banyak contoh bintang-bintang yang bisa kembali naik daun meski memiliki skandal.

Robert Downey Jr., Mel Gibson, Hugh Grant, Roman Polanski dan yang lainnya mendapatkan kesempatan kedua setelah menghadapi tuduhan atas perilaku tak pantas atau kriminal. Kevin Spacey juga muncul di sejumlah film independen setelah dituduh melakukan pelecehan seksual pada 2018, tuduhan yang ia bantah.

"Kita punya budaya yang mengizinkan orang-orang ini bekerja lagi," kata Davis.

Kurang dari dua tahun lalu, Depp kalah di persidangan melawan tabloid Sun di Inggris yang menyebutnya "tukang pukul istri". Pengadilan di London menyatakan Depp terbukti bersalah melakukan kekerasan terhadap Heard. Setelah itu, Depp dikeluarkan dari film "Fantastic Beasts", sempalan dari "Harry Potter".

Pengacara Neama Rahmani mengatakan sidang di AS merupakan publisitas jenius dari Depp dan timnya untuk memperbaiki reputasi dan kariernya yang ambruk.

Saat memberi kesaksian, Depp tampil sebagai orang yang menyenangkan, kredibel, berkarisma dan punya pesona, kata Rahmani, dikutip dari Reuters.

Depp membantah pernah memukul Heard, sementara Heard mengaku memukul Depp dengan alasan membela dirinya serta adiknya.

Pakar krisis komunikasi Juda Engelmayer yang mewakili Harvey Weinstein mengatakan dia meyakini dukungan kuat dari penggemar Depp di media sosial sepanjang persidangan akan meningkatkan posisinya di Hollywood.

Produser "melihat jutaan orang yang membelanya, yang menandatangani petisi melawan Amber Heard, dan mereka akan bilang 'apakah mereka mau ke bioskop dan membayar box office?" kata Engelmanyer. "Saya kira mereka akan mencobanya."

Apa yang disuguhkan dalam persidangan mungkin membatasi Depp dari acara keluarga, tapi dia memprediksi Depp akan menjadi pemeran utama lagi.

Heard, yang tak sepopuler Depp di Hollywood, dicemooh di media sosial sepanjang persidangan, tapi Engelmayer percaya Heard juga tetap akan mendapatkan tawaran akting. Sebelum persidangan, Heard berakting dalam "Aquaman 2" yang akan tayang pada Maret 2023.

Engelmayer mengatakan ia yakin ada sineas yang menawarkan Heard setidaknya peran kecil untuk memberikan babak baru bagi perempuan yang mengklaim jadi korban kekerasan di hadapan publik.

Mengingat gerakan "MeToo beberapa tahun belakangan, Hollywood akan terlihat munafik bila tidak memberikannya peran dan menawarkan kesempatan baru untuk Heard, tutup dia.

Baca juga: Kalah dari Johnny Depp, Amber Heard: Ini adalah kemunduran bagi wanita

Baca juga: Momen kunci dari persidangan kasus defamasi Johnny Depp vs Amber Heard

Baca juga: Johnny Depp menang di persidangan kasus defamasi lawan Amber Heard

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel