Siapkan agenda, Bupati Merauke tak ingin arena PON terbengkalai

·Bacaan 1 menit

Bupati Merauke Romanus Mbaraka telah menyiapkan sejumlah agenda agar sejumlah arena PON yang telah dibangun di kabupaten paling timur di Indonesia itu tidak terbengkalai pasca pesta olahraga empat tahunan itu.

"Kami akan memperkuat KONI kami sehingga semua fasilitas yang telah dibangun lewat PON 2020 dari Pemerintah Pusat, kota, kabupaten, saya kira untuk Merauke saya menjamin tidak akan mubazir, dan tidak akan sampai rusak dan tertinggal," kata Romanus ketika ditemui di Sirkuit Freegeb Waninggap, di Tanah Miring, Merauke, Selasa.

"Pasti akan kami rawat dengan baik karena hampir semuanya sesuai dengan kebutuhan kami orang Merauke."

Menjadi salah satu klaster PON Papua, Merauke menjadi tuan rumah cabang olahraga wushu, gulat, sepakbola putri, catur, anggar dan bermotor.

Beberapa venue baru yang dibangun di sana antara lain Stadion Katapal yang menggelar sepak bola putri dan Sirkuit Freegeb Waninggap, di Tanah Miring, Merauke untuk cabang olahraga bermotor.

Terkait sirkuit Tanah Miring, Romanus mengatakan arena itu sangat cocok dengan karakteristik warga Merauke.

"Hampir setiap anak Merauke ini memiliki jiwa balapan, jadi ajang triwulanan, bahkan bulanan atau semesteran bisa dilakukan. Seperti piala bupati itu rutin hampir tiga kali dalam setahun. Belum lagi teman-teman dari swasta menjadi sponsor untuk Papua.

"Jadi kalau hitungan saya, untuk semua venue, mungkin venue yang akan paling ramai adalah balapan motor, karena luar biasa animo rakyat di Merauke, rakyat di Papua," katanya.

Selain itu, Romanus juga mengintip kemungkinan menggunakan Stadion Katalpal untuk menjadi tuan rumah sepak bola Liga 1.

Baca juga: Persiapan arena PON Papua di Merauke capai 95 persen
Baca juga: Arena wushu siap buka pertandingan PON Papua klaster Merauke
Baca juga: Tim anggar Jabar tak temui kendala persiapan PON di Merauke

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel