Siapkan Album Perdana, Ramengvrl Pilih Judul Can’t Speak English

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi rap Ramengvrl belum lama ini mengumumkan rencana untuk album perdananya. Disampaikannya bahwa debut albumnya itu akan berjudul Can’t Speak English untuk dirilis pada akhir tahun ini.

Sebelum pengumuman ini, Ramengvrl telah merilis dua buah single berjudul "Vaselina" dan "Look At Me Now". Tentu saja rasa antusias dari sang rapper menyertai pengumuman ini.

I’m excited to announce my debut album #CANTSPEAKENGLISH. It’s about my journey, what I'm about—where I come from, what I've been thru, the Ls and the wins, my feelings, and a lot more," ujar Ramengvrl dalam pengumuman mengenai judul albumnya melalui akun Instagram @ramengvrl.

"It’s not just about me tho, i believe the story in this album is something that everyone can relate to. We all have moments of doubt, but don’t let them or other people tell u that u can’t reach ur dreams,” ia melanjutkan.

Deretan Produser Ternama

Ramengvrl. (Dok. Juni Records)
Ramengvrl. (Dok. Juni Records)

Diproduseri oleh deretan produser ternama seperti Roark Bailey (Summer Walker, Saweetie, Playboi Carti, Post Malone), Omega (Iggy Azalea, Chloe x Halle, Big Freedia), Swede of 808 Mafia (Lil Wayne, DJ Khaled, Meek Mill, Gucci Mane), Cassius Jay (Cardi B, Migos, Future, Justin Bieber).

Selain itu juga ada Max Ant (Warhol SS), SIHK (Rich Brian, NIKI), Joff Wood (88Glam’s Derek Wise) juga Gerald (Weird Genius) dan Mardial, Can’t Speak English berisi 10 lagu termasuk dua single yang sudah dirilis September dan Oktober lalu.

Terdiri dari lagu-lagu bangers disertai kolaborasi dengan beberapa rapper mancanegara, album Can’t Speak English mampu menampilkan keberagaman musikalitas yang menyelimutinya.

Cerita dalam Album

Ramengvrl (Foto: Deki Prayoga/Bintang.com)
Ramengvrl (Foto: Deki Prayoga/Bintang.com)

Album ini bercerita tentang pentingnya kerja keras dan memiliki ketekunan. Ramengvrl juga memberikan harapan berdasarkan pengalaman pribadinya.

Mulai dari kisah bagaimana dia dan keluarga konservatifnya, sempat bekerja sebagai pegawai kantoran, hingga akhirnya ia ingin melakukan hal yang disukai dan orang-orang menentang dan meragukannya.

Bukan Secara Harfiah

Judul album Can’t Speak English bukan berarti secara harfiah. Makna sebenarnya adalah setiap orang bisa melakukan atau menjadi sesuatu yang diinginkan. Walaupun ada keterbatasan dan halangan, bukan berarti mimpi setiap orang tidak bisa diwujudkan. Jangan sampai, tekanan sosial ataupun keraguan diri menghalangi cita-cita.

“Ide judul Can’t Speak English datang ketika saya sedang di Amerika Serikat. Dikelilingi oleh orang-orang native berbahasa Inggris, tentunya membuat saya gugup. Saya benar-benar memikirkan kalimat yang mau disampaikan, beberapa kali tidak bisa mengeluarkan kalimat tersebut. Lalu saya sadar bahwa keraguan yang muncul itu karena diri saya sendiri. Padahal kenyataannya saya sebenarnya fasih berbahasa inggris,” ungkap Ramengvrl.

Setelah mengumpulkan 30 juta streams dari lagu-lagunya (I’m Da Man hingga Look At Me Now), Ramengvrl siap melepaskan karya paling kohesif dan siap untuk membawa fenomena lintas budaya ke dunia.

Sekilas Ramengvrl

Dikenal dengan gayanya yang unik dan terang-terangan, Ramengvrl bergabung dengan JUNI Records sejak 2018. Tak lama kemudian ia merilis CA$HMERE yang membawanya ke level baru sebagai seorang rapper.

Bahkan, ia sampai memenangkan piala Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) untuk kategori karya produksi hip-hop / rap terbaik tahun 2019. Tahun ini, ia masuk nominasi AMI Awards kategori Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik.

Pada September 2020 lalu, Ramengvrl mengumumkan dirinya tergabung di satu keluarga baru yaitu EMPIRE, sebuah label rekaman sekaligus distributor musik yang merilis beberapa nama besar seperti Iggy Azalea, Tyga, Busta Rhymes, Snoop Dogg, sampai album perdana Rich Brian, AMEN.

Kerjasama dan kesepakatan global antara JUNI Records, EMPIRE, dan Ramengvrl, menjadikan hubungan ini ibarat keluarga besar yang siap menginvasi dunia.